Berita Palsu Banyak Beredar, Kominfo Imbau Masyarakat Hati-Hati Sebar Informasi Pemilu
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi di musim pemilihan umum (pemilu) ini. Sebab, banyak tersebar berita palsu (hoax), misinformasi, maupun disinformasi.
“Di tengah gebyar pemilu ini saya kira, kita memang harus lebih hati-hati, terutama agar tidak menyebarkan ikut disinformasi dan misinformasi. Saya kira rantainya harus kita putus,” kata Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, di The Ritz Carlton Jakarta, Senin (18/12/2023).
Nezar menyampaikan, masyarakat sebagai konsumen informasi harus punya filter saat menerima informasi, apalagi dari media sosial. Utamanya jika konten yang disaksikan adalah konten yang mencurigakan, dan juga meragukan secara kualitas informasinya.
Baca Juga
Kominfo: RI Butuh 9 Juta Talenta Digital untuk Genjot PDB 2030
“Misalnya ada konten yang too good to be true gitu ya, kan kita tahu kalau konten enggak masuk akal, pokoknya meragukan, coba cek dulu sumber yang otoritatif, agar kita tahu ini hoaks atau enggak,” jelas Nezar Patria.
Nezar tidak memungkiri bahwa beberapa kali ia sendiri pun mendapat hoaks. Menurutnya, kemampuan untuk melakukan disinformasi sudah semakin canggih, apalagi dengan penggunaan AI dan deep fake.
Disebutkan oleh Nezar, bahkan itu bisa mengelabui orang-orang yang sudah ekspert. Sehingga memang dibutuhkan kehati-hatian yang lebih tinggi lagi dengan kemajuan teknologi yang ada.
Baca Juga
KPK Bakal Proses Hukum Transaksi Janggal Triliunan Rupiah Terkait Pemilu 2024
Tidak hanya soal penyebaran hoax, misinformasi, dan disinformasi, Nezar menyebut peretasan terhadap situs-situs lembaga pemerintah juga menjadi perhatian selama musim pemilu ini. Sebagaimana diketahui, sebelum ini situs KPU sempat diretas.
“Kerja sama untuk pengamanan situs-situs, terutama data-data dari badan-badan strategis seperti KPU, itu kan dilakukan oleh badan-badan itu sendiri, bersama juga dengan BSSN. Kominfo dalam soal ini juga membantu, misalnya untuk memberikan konsultasi dan sebagai macamnya, tetapi KPU juga mempunyai standarnya tersendiri dan saya kira juga untuk keamanannya mereka dibantu oleh BSSN,” sebut Nezar.

