Said Iqbal Ungkap Alasan Partai Buruh Belum Dukung Capres
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan alasan partai yang dipimpinnya belum mendeklarasikan dukungan kepada capres-cawapres di Pilpres 2024. Hal itu diungkapkan Said Iqbal di sela kampanye nasional Partai Buruh di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (8/2/2024).
“Pertama, survei internal Partai Buruh menunjukkan dua putaran. Karena dua putaran, kami mengajukan alasan kedua, adakah yang mau kontrak politik dengan Partai Buruh? Cabut omnibus law, bukan retorika,” kata Said dikutip dari Antara.
Baca Juga
Said Iqbal mengaku tak membutuhkan retorika capres untuk mencabut UU Cipta Kerja. Untuk itu, Partai Buruh menginginkan adanya kontrak politik secara tertulis terkait pencabutan UU Cipta Kerja.
“Kalau retorika, kami tahu. Karena itu, cabut omnibus law dan buat kontrak secara tertulis. Si capres dan cawapres mengumumkan secara terbuka,” ucapnya.
Selain itu, kata Said Iqbal, tidak ada capres-cawapres yang berani melakukan kontrak politik dengan pihaknya dan juga mendukung tuntutan yang mereka perjuangkan.
“Ketika Partai Buruh memperjuangkan kenaikan upah sebesar 15%, tidak ada satu pun capres yang memberikan dukungan. Ketika kami memblokade jalan-jalan, jutaan orang turun pada 30 November, tidak ada satu pun capres yang memperjuangkan Partai Buruh,” katanya.
Untuk itu, Said Iqbal mengatakan Partai Buruh memilih fokus pada pencalonan caleg agar bisa masuk ke dalam parlemen.
“Partai Buruh adalah partai kelas. Kami fokus masuk ke parlemen dengan elektabilitas kami yang sebesar 4,778 persen dan mendapatkan kursi di DPR,” kata dia.

