Harga Beras Melambung Terdampak Larangan Ekspor India, Bantuan Dikucurkan untuk 21,3 Juta Keluarga
BOGOR, investortrust.id – Selain dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang, larangan ekspor beras India mendorong harga pangan pokok di Asia tersebut terus merangkak naik. Untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok ini, Pemerintah Indonesia mengucurkan bantuan pangan untuk 21,3 juta keluarga.
Pemberian bantuan tersebut diumumkan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek stok beras di gudang Perum Bulog sebanyak 1,5 juta ton dan sekaligus meluncurkan program batuan pangan untuk 21,3 juta keluarga kurang mampu sebesar 10 kg per keluarga selama 3 bulan. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendampingi kunjungan Presiden yang dilakukan di Gudang Bulog Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/09/2023), sekaligus memastikan kesiapan BUMN menyalurkan bantuan.
“BUMN pangan seperti Perum Bulog perlu mengoptimalkan pelaksanaan program bantuan pangan. Alhamdulillah, program bantuan pangan untuk 21,3 juta keluarga kurang mampu mulai didistribusikan BUMN hari ini,” ujar Erick.
Baca Juga
Erick meminta BUMN untuk memastikan agar distribusinya berjalan dengan lancar dan benar-benar tepat sasaran. Ia menegaskan, perusahaan negara harus dapat menjaga kepercayaan dari pemerintah dan presiden untuk hadir membantu masyarakat.
“BUMN memiliki peran besar tak hanya sebagai agen pembangunan, melainkan juga dalam aspek sosial. Ini seperti menjalankan penugasan untuk membantu masyarakat melalui program bantuan pangan,” ujar Erick dalam keterangan yang disampaikan siang ini.
Dibantu Pos Indonesia
Lebih lanjut Erick menjelaskan, Bulog akan dibantu PT Pos Indonesia dalam mendistribusikan bantuan beras. Dengan jangkauan yang luas dan memiliki pengalaman panjang, Pos Indonesia memiliki kemampuan menyalurkan bantuan ke seluruh penjuru Nusantara.
"Insya Allah BUMN terus bersinergi, seperti Bulog dan Pos Indonesia. Kami mulai mendistribusikan bantuan beras ke-34 provinsi di Indonesia hari ini," papar Erick.
Erick menuturkan pula, Presiden telah memastikan stok beras di gudang Bulog 1,5 juta ton masih cukup untuk memenuhi kebutuhan program penyaluran beras pemerintah untuk masyarakat penerima manfaat. BUMN terus berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk Badan Pangan Nasional hingga kementerian dan lembaga lain guna memastikan penyaluran bantuan berjalan secara maksimal.
“Pelaksanaan program bantuan pangan sebanyak 10 kg per keluarga penerima manfaat (PKM) untuk tiga bulan ke depan merupakan wujud komitmen BUMN dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Semoga dapat membantu masyarakat kita yang membutuhkan bantuan beras," ucap Erick.
Peringatan FAO
Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebutkan, indeks acuan harga komoditas pangan internasional turun 2,1% pada Agustus 2023 dibandingkan Juli. Namun, harga beras melonjak.
“Harga beras melonjak sebesar 9,8% pada Agustus dan merupakan harga tertinggi dalam 15 tahun dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh larangan ekspor beras yang diberlakukan India sejak Juli lalu, dan diperparah jeda musiman produksi beras di belahan bumi utara,” papar pernyataan FAO pekan lalu sebagaimana dikutip Antara. (pd)

