ASDP: Pergerakan Mudik Diprediksi Naik 15% Jadi 5,78 Juta Penumpang
JAKARTA, investortrust.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP memprediksi jumlah pergerakan penyeberangan pada periode Angkutan Lebaran (Angleb) tahun 2024 naik 15% atau sekitar 5,78 juta penumpang dari Angleb tahun 2023. Hal ini disampaikan oleh Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin dalam pesannya via Whatsapp.
“ASDP memprediksikan pada Angkutan Lebaran tahun ini akan melayani hingga 5,78 juta penumpang atau naik 15% dari realisasi 2023 sebanyak 5,03 juta orang, dan 1,37 juta unit kendaraan atau naik 14% dari realisasi tahun 2023 sebanyak 1,21 juta unit kendaraan,” ungkap Shelvy, Sabtu (30/3/2024).
Seiring dengan adanya lonjakan pemudik di periode Angleb tahun ini, Shelvy menanggapi, belum ada kebijakan tambahan atau kenaikan harga tiket di seluruh lintasan yang dilayani oleh ASDP.
Baca Juga
“Saat ini belum ada penerapan ‘tuslah’ ataupun penyesuaian harga tiket penyeberangan di seluruh lintasan, dan untuk penetapan penyesuaian tarif ekonomi penyeberangan juga dilakukan oleh Pemerintah,” imbuh dia.
Dari tahun-tahun sebelumnya, lanjut Shelvy, tiket paling banyak terjual terutama di lintasan Merak-Bakauheni yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera, serta lintasan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah memproyeksikan pergerakan pemudik sekitar 193,6 juta orang atau meningkat 71,7% dari periode Angleb tahun 2023. Pada kesempatan sebelumnya (Sabtu, 23 Maret 2024), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, puncak arus mudik di Indonesia termasuk Pelabuhan Merak akan terjadi mulai H-4 hingga H-2 Lebaran 2024.
“Tentu H-2, H-3, H-4 puncaknya. Pak Kakorlantas (Irjen Pol. Aan Suhanan) akan kerja keras, juga operator (ASDP atau penyeberangan). Kita harapkan bisa bekerja padu seperti tahun lalu,” ujar dia.

