Penumpang Libur Nataru Diprediksi 3 Juta Orang, Ini Antisipasi ASDP
JAKARTA, investortrust.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024. Langkah antisipasi ini untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan selama libur Nataru yang diprediksi mencapai 3 juta orang.
Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin menyatakan, perusahaan telah mempersiapkan 49 unit kapal siap operasi dan 7 pasang dermaga di Lintas Ketapang-Gilimanuk. Selain untuk mengangkut 3 juta penumpang, armada yang disiapkan juga akan mengangkut sekitar 700 ribu unit kendaraan.
“ASDP telah mempersiapkan 49 unit kapal siap operasi dan 7 pasang dermaga di Lintas Ketapang-Gilimanuk dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang, meliputi Pelabuhan Ketapang dengan 3 MB (moveable bridge), 1 ponton dan 3 plengsengan. Begitu pula dengan pelabuhan Gilimanuk,” ungkap Arifin kepada investortrust.id dalam percakapan via Whatsapp, Jumat (8/12/2023).
Baca Juga
Jelang Nataru, ASDP Siapkan 49 Kapal di Lintas Ketapang-Gilimanuk
Arus penyeberangan terpadat akan terjadi di jalur Ketapang-Gilimanuk dan Merak-Bakauheni. Diperkirakan, jumlah penumpang akan mencapai lebih dari 3 uta orang dan lebih dari 700 Ribu unit kendaraan yang akan dilayani angkutan penyeberangan di 10 lintasan dari 12 cabang terpantau nasional.
“Diperkirakan di Ketapang-Gilimanuk dan Merak-Bakauheni yang jumlah penumpangnya mencapai lebih dari 3 juta orang dan lebih dari 700 ribu unit kendaraan yang akan dilayani angkutan penyeberangan di 10 lintasan dari 12 cabang terpantau nasional,” pungkas Arifin.
ASDP memprediksi jumlah produksi kendaraan kecil atau mobil pribadi pada Nataru 2023/2024 akan meningkat kurang lebih 7%, atau sekitar 16.014 unit. Pergerakan kendaraan ini akan terjadi di Pelabuhan Merak, 7,5% atau 13.583 unit, di Pelabuhan Bakauheni sebesar 7,5% atau 13.583 unit, dan 6% atau 8.596 unit di Pelabuhan Ketapang.
Baca Juga
ASDP berjanji memastikan kenyamanan pemudik dengan mempersiapkan peningkatan fasilitas dan pengoperasian pelabuhan tambahan. Di antaranya adalah peningkatan dermaga Ponton menjadi dermaga MB menjadi 5000 GRT (Gross Registered Tonnage) di Pelabuhan Gilimanuk, pengoperasian Dermaga Bulusan di Selatan Pelabuhan Ketapang, dan penggunaan Pelabuhan Jangkar di Situbondo.
ASDP juga meningkatkan kapasitas dermaga II Pelabuhan Merak dari 3000 GRT menjadi 10.000 GRT. Selain itu dilakukan renovasi ruang tunggu, dan access bridge dermaga eksekutif ke regular. “Sedangkan, Pelabuhan Bakauheni hanya renovasi ruang tunggu, access bridge dermaga eksekutif ke regular,” tutur Arifin. (CR-3)
Baca Juga

