Mundur dari Komut Pertamina, Ahok Punya Harta Rp 53,6 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengundurkan diri dari jabatannya sebagai komisaris utama PT Pertamina. Ahok mengaku mundur dari perusahaan pelat merah itu karena mendukung dan akan mengampanyekan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Lantas berapa harta yang dimiliki Ahok?
Dilihat dari laman elhkpn.kpk.go.id, Ahok mengaku memiliki harta Rp 53,6 miliar. Hal itu berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disetorkan Ahok terakhir kali ke KPK pada 31 Maret 2023 untuk laporan periodik 2022. Dalam LHKPN itu, Ahok mengaku memiliki 23 bidang tanah dan bangunan dengan nilai total sekitar 43,2 miliar. Puluhan tanah dan bangunan Ahok tersebar di Belitung Timur, Kota Bekasi, dan Kota Depok.
Di Belitung Timur, Ahok mengaku memiliki 2 hektare tanah dan bangunan dengan nilai yang ditaksir sekitar Rp 238,4 juta.
Dalam LHKPN itu, Ahok mengaku tidak memiliki alat transportasi. Namun, Ahok memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 1,06 miliar.
Ahok juga memiliki harta berupa surat berharga senilai Rp 11,3 miliar, kas dan setara kas senilai Rp 4,6 miliar, dan harta lainnya senilai Rp 2,3 miliar. Dengan demikian, total harta Ahok bernilai Rp 62,6 miliar.
Namun, dalam LHKPN itu, Ahok mengaku memiliki utang Rp 8,9 miliar. Dengan demikian, total harta yang dimiliki Ahok berjumlah Rp 53,6 miliar.
Diberitakan, Ahok mengundurkan diri sebagai komisaris utama (komut) PT Pertamina. Hal ini diketahui dari unggahan Ahok melalui akun Instagram pribadinya @basukibtp, Jumat (2/2/2024).
"Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024," kata Ahok.
Ahok mengundurkan diri karena mendukung dan bakal berkampanye untuk Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024. Ahok mengaku pengunduran diri ini dilakukan agar tidak terjadi kebingungan terkait arah politiknya.
"Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya," katanya.
Dalam foto yang diunggah melalui akun Instagram @basukibtp itu, Ahok menunjukkan surat pengunduran dirinya. Dalam surat itu tertulis permintaan Ahok kepada sekretaris Dewan Komisaris Pertamina untuk mengirimkan surat pengunduran diri dan laporan pertanggungjawabannya sebagai komisaris utama PT Pertamina kepada menteri BUMN yang ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), dewan komisaris dan direktur utama PT Pertamina. Surat itu ditandatangani Ahok.
Dalam foto lainnya, tampak surat tanda penyerahan surat pengunduran diri dan laporan pertanggungjawaban sebagai komisaris utama PT Pertamina kepada menteri BUMN selaku pemegang saham. Surat itu ditandatangani Sekretaris Dewan Komisaris PT Pertamina, Priska Sufhana dan penerima surat atas nama Yuli.
Ahok membuktikan pernyataannya untuk berkampanye bagi Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Sehari setelah mengunggah pengunduran dirinya, Ahok menghadiri kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk Konser Salam Metal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (3/2/2024).

