Kualitas Udara Jakarta Nomor 7 Terburuk Dunia Minggu Pagi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Situs pemantauan IQ Air mengklasifikasikan Jakarta sebagai kota nomor tujuh dengan pencemaran udara terburuk di dunia. Skor pencemaran udara di Jakarta mencapai 118 pada Minggu pagi, (24/9/2023).
Sementara Kota Delhi di India dengan nilai 157 menjadi juara kota paling tercemar di dunia, kedua Karachi di Pakistan (152), ketiga Kuching di Malaysia (136) dan keempat Lahore di Pakistan (136).
Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).
Baca Juga
Adapun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengkategorikan kualitas udara Jakarta tidak sehat. Kategori ini didasarkan pada Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Jakarta dengan partikel halus (Particulate Matter/PM) 2,5 pada angka 101-199. Kondisi ini pada Minggu pagi, (24/9/2023).
Pantauan dari resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya di Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar 104.
Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Sedangkan kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Baca Juga
Sementara itu, kategori sedang berarti tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika.
Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Selain Jakarta Timur, ISPU di wilayah Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni Bundaran HI di Jakarta Pusat (77), Kelapa Gading di Jakarta Utara (77), Jagakarsa di Jakarta Selatan (64) dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat (65).

