KLHK Sebut Penurunan Emisi Karbon 2022 Capai 42%
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi menyebutkan, penurunan emisi karbon gas rumah kaca pada 2022 di Indonesia sudah mencapai angka 42%, atau melampaui dari target sebesar 31,89% dari upaya sendiri tanpa bantuan internasional.
"Bahkan di perhitungan sementara (penurunan) emisi di 2022 itu mencapai 42%," ucap Laksmi dalam acara FGD “ESG di Persimpangan Jalan” di Kantor Investortrust.id, Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Baca Juga
Indonesia Cegah Kenaikan Suhu Permukaan Bumi Tak Lebih dari 2 Derajat Celcius, Ini Caranya!
Dengan begitu, menurutnya, angka itu sudah melampaui target penurunan emisi dengan upaya sendiri atau tanpa bantuan internasional (Counter measure 1/CM1) yang sebesar 31,89%. Serta sudah mendekati target penurunan emisi karbon dengan bantuan internasional (Counter measure 2/CM2) sebesar 43,2% pada 2030.
"Artinya sudah dekat atau melampaui target CM 1 tadi. Jadi saya meyakini (Indonesia bisa menurunkan emisi karbon sesuai target CM 2)," terangnya.
Untuk mencapai target angka penurunan emisi gas rumah kaca tersebut, Laksmi mengatakan pemerintah melakukan akselerasi di berbagai sektor, seperti kehutanan, energi dan transportasi, limbah serta pertanian. Selain itu juga ada dokumen formulasi jangka panjang untuk menurunkan emisi hingga 2050 mendatang.
Baca Juga
Anomali, Sektor Kehutanan Justru Penyumbang Emisi Karbon Tertinggi
Dalam paparannya, Laksmi memperlihatkan grafik dari Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LCCR) 2050. Kemudian terdapat tiga skenario untuk menjalankannya, yakni Current Policy Scenario, Transition Scenario dan terakhir Low Carbon Scenario Compatible with Paris Agreement (LCCP).
"Indonesia sudah menetapkan kalau kita ambil skenario LCCP di mana hampir semua sektor akan mengurangi emisi gas rumah kacanya," tandas Laksmi. (CR-9)

