Anton Enga Tifaonal Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional
JAKARTA, Investortrust.id - Masyarakat Pulau Lembata sejak 2021 lalu mengusulkan agar Brigjen Pol Anton Enga Tifaona dapat ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Sosok dengan nama lengkap Antonius Stephanus Enga Tifaona ini diakui telah menjadi salah satu dari sekian banyak polisi yang menginspirasi, dengan pengabdian yang tanpa cacat selama ia berdinas.
Pria kelahiran Lembata, Nusa Tenggara Timur ini dianggap telah menunjukkan keunggulan hingga dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis semasa aktif berdinas sebagai polisi. Pengabdian dan berbagai sumbangsih pemikiran, serta karya dan kerja semasa hidupnya, mendorong Anton Enga Tifaona diusulkan untuk menjadi Pahlawan Nasional. Usulan salah satunya telah dilayangkan dalam Forum Perjuangan Pahlawan Nasional NTT.
Usulan ini kembali mengemuka dalam seminar nasional bertajuk “Matahari dari Timur untuk Indonesia” di Auditorium Mutiara di Gedung PTIK Jakarta Selatan Sabtu (27/1/2024). Seminar ini digelar khusus untuk memahami lebih dalam kiprah dari Anton Enga Tifaona.
“Ia adalah seorang polisi petarung yang memegang teguh prinsip sebagai abdi hukum dan berani berkelahi melawan orang-orang yang mengganggu prinsip-prinsip yang menjadi peganggannya sebagai penegak hukum. Saat menjadi wakil saya sebagai Wakapolda Jawa Barat, ia mendorongagar Polri dengan secara usaha swadaya membangun sendiri sarana dan prasana baik di lingkungan kepolisian,” demikian kesaksian yang disampaikan anggota Watimpres RI Mayjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto terkait sosok almarhum Brigjen Pol Drs Anton Enga Tifaona dalam tayangan video.
Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Forum Pahlawan Nasional bekerja sama dengan Yayasan Anton Enga Tifaona sebagai tindaklanjut upaya masyarakat Pulau Lembata yang mengusulkan agar Anton Enmga Tifaona dapat ditetapkan untuk menjadi pahlawan nasional.
“Kami, Pemprov NTT mendukung pencalonan Anton Enga Tifaona menjadi pahlawan nasional,” kata Pj Gubernut NTT Ayodhia G.L. Kalake, saat memberikan sambutan.
Selain anggota Watimpres Sidarto, seminar nasional juga meghadirkan 4 narasumber, pakar ilmu komunikasi Aloysius Liliweri, pakar manajemen inovasi Agnes Avanti Fontana, pakar filsafat sekaligus sosiolog Pater Charles Berah, dan sejarawan Bonnie Triyana.
Para nara sumber mencoba membedah sosok, peran, maupun sepak terjang almarhum Brigjen Pol Anton Enga Tifaona. Aloysius “Alo” Liliweri mengaku terkesan dengan perjalanan hidup seorang Anton Tifaona. ”Beliau adalah seorang tokoh protagonis, tokoh pahlawan yang banyak berbuat baik. Ia banyak menggali kebermaknaan melalui peran utama dan karya-karya yang dibuatnya,” ujar Alo.
Sementara Agnes Avanti Fontana yang juga dosen kepala di Fakultas Ekonomi UI mengupas habis manajemen dan inovasi unggul dari sosok Anton Enga Tifaona. “Pengusungan Anton Enga Tifaona menjadi pahlawan nasional dapat menjadi wake up call tentang pentingnya pembangunan daerah yang inklusif yang memang harus digerakkan secara bersama,” tukas Avanti.
Dalam kesempatan serupa, Pater Charles Berah memandang sosok Anton Tifaona sebagai sebuah konteks yang membentuk teks. Konteks dalam hal ini adalah Lamalera, tempat Anton Tifaona kecil bersekolah di sekolah rakyat dulu. Dan teks tak lain adalah figur Anton Tifaona sendiri.“Ia berhasil keluar dari egosentrisisme dan masuk dalam sosiosentri. Itu yang membuat ia banyak berkarya untuk kehidupan dan masyarakat,” kata Pater Charles.
Sedangkan Bonnie Triyana sebagai sejarawan lebih banyak membedah fase-fase sejarah yang terjadi di Indonesia yang mempengaruhi sosok dan pembentukan watak Anton Tifaona. Mulai dari kecil hingga masa tua. ”Rupanya perubahan dari masa penjajahan dan masa revolusi tak banyak berpengaruh pada Lembata, tempat masa kecil Anton Tifaona,” tutur Bonnie.
Sesi tanya-jawab dan interaksi dengan audiens dipadati dengan sharing pengalaman yang disampaikan orang-orang yang pernah mengenal Anton Tifaona. Termasuk Komjen Pol (Purn) Gories Mere dan Brigjen Pol (purn) Parasian Simanungkalit yang pernah menjalani tugas bersama Anton Enga Tifaona.
Peserta seminar nasional juga menyampaikan dukungan pencalonan Enga Tifaona menjadi pahlawan nasional dengan membubuhkan tanda tangan di atas kanvas. Saat ini nama Anton Enga Tifaona telah diabadikan untuk Aula Kabupaten Lembata dan nama jalan di Lewoleba, Lembata. Patung Anton Enga Tifaona juga sudah berdiri di Simpang Lima Wangatoa, Lembata.
Penjabat Bupati Lembata juga telah menerbitkan Surat Rekomendasi No BU/860/1525/Dinsos-P2KB/VI/2022 tertanggal 10 Juni 2022 perihal dukungan Anton Enga Tifaona menjadi Pahlawan Nasional.

