Gen Z Sumbang 23,4% Suara di Pemilu 2024, Peneliti: Ini Alasan Prabowo Unggul Telak
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan hasil Hitung Cepat Indikator Politik Indonesia, Pilpres diprediksi berlangsung satu putaran. Perolehan suara terkini menunjukkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapatkan 58,17%, diikuti Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 25,38%, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 16,46%.
Peneliti Utama Indikator, Rizka Halida menyampaikan, dalam survei yang dilakukan pihaknya pada peserta Pemilu 2024, Gen Z (17-28 tahun) menjadi kelompok umur yang menyumbang suara cukup banyak, yakni 23,4%.
“Jadi partisipasi kalangan Gen Z ini cukup baik dalam pemilu sekarang. Berikutnya adalah milenial yang berumur 28-43 tahun ada 35,3%, kemudian Gen X berjumlah 29,5%, dan yang berusia 60 tahun ke atas itu ada 11,9%,” kata Rizka dalam acara Rilis Exit Poll Pilpres 2024, Rabu (21/2/2024).
Menanggapi hal ini, Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan, adalah hal yang wajar jika kemudian pasangan Prabowo-Gibran unggul telak dalam quick count yang sedang berlangsung. Ia menyebut banyak pendukung Prabowo-Gibran adalah anak muda.
Baca Juga
Usai Pemilu 2024 Jadi Memotenum Indonesia Capai Stabilitasi Industri Jasa Keuangan
“Sebelumnya sempat ada anggapan bahwa kecil kemunkinan generasi muda atau Gen Z menggunakan hak pilihnya. Tapi ternyata dari Gen Z yang menggunakan hak pilihnya di sampel kita 23,4%. Ini yang kemudian menjelaskan kenapa Pak Prabowo unggul telak karena dia banyak pendukungnya dari anak muda,” ujar Burhanuddin.
Sementara itu jika melihat berdasarkan etnis pemilih, yang paling banyak menyumbang suara di Pemilu 2024 adalah suku Jawa dengan 43,2%. Kemudian diikuti dengan suku Sunda 17,1%, lalu Batak 3,3%.
“Kemudian yang menarik juga adalah mayoritas pemilih berasal dari etnis Jawa 43,2%. Jawa yang notabenenya lebih pro Pak Prabowo berdasarkan survei sebelum pemilu itu juga cenderung menggunakan hak pilihnya,” sebut Burhanuddin.
Adapun jika mengukur dari tingkat pendidikan, pemilih yang berpendidikan SD sederajat adalah 23,8%, SLTP sederajat 18,1%, SLTA sederajat 42,9%, lalu untuk perguruan tinggi 14,8%.
“Untuk Agama, 88,7% pemilih adalah beragama Islam. 59% di antaranya adalah NU, Muhammadiyah 6,1%, sedangkan yang bukan bagian dari organisasi Islam mana pun 27,6%,” papar Rizka.

