Dalam Dua Bulan, Pemerintah Gelontorkan Dana buat IKN Segini
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah telah menggelontorkan dana senilai Rp 2,3 triliun untuk membiayai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) senilai Rp 2,3 triliun hingga Februari 2024. Angka tersebut setara dengan 5,8% dari total pagu anggaran Rp 39,3 triliun.
“Seperti diketahui, anggaran IKN tahun ini senilai Rp 39,3 triliun,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, saat paparan APBN Kita edisi Maret 2024, di kantornya, Jakarta, Senin (26/3/2024).
Baca Juga
Sri Mulyani mengatakan, realisasi klaster infrastruktur hingga akhir Februari 2024 yang telah digunakan Rp 0,4 triliun dari total pagu Rp 36,4 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan gedung kawasan Istana Negara, kementerian koordinator dan kementerian lain serta gedung Otorita IKN.
Selain itu, dana tersebut digunakan untuk membangun tower rusun ASN dan pegawai pertahanan dan keamanan, serta rumah tapak menteri, pembangunan jalan ton dan jembatan, serta bandara, penyempurnaan bendungan, embung, serta pengendali banjir, dan rehabilitasi hutan dan lahan.
Sementara itu, hingga akhir Februari 2024 ini, realisasi klaster non infrastruktur sebesar Rp 1,9 triliun dari pagu Rp 2,9 triliun. Anggaran ini digunakan untuk perencanaan, koordinasi, dan penyiapan pemindahan, promosi dan publikasi IKN, serta laporan rekomendasai kebijakan KL, pemetaan dan pemantauan, pengamanan, dan operasional Otorita IKN.
“Ini berbagai anggaran untuk perencanaan koordinasi laporan pemetaan pemantauan evaluasi dukungan pengamanan dan dukungan operasional OIKN yang sudah dibentuk,” kata dia.
Baca Juga
Sri Mulyani mengatakan, total anggaran IKN tahun ini lebih besar, dibanding dua tahun sebelumnya. Anggaran IKN tahun 2022 dan 2023 masing-masing mencapai, Rp 5,5 triliun dan Rp 27 triliun. Sehingga total anggaran IKN untuk tiga tahun ini mencapai Rp 71,8 triliun.
Pada awal tahun 2024, Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono mengatakan, total dana investasi yang sudah masuk ke dalam pembangunan IKN telah mencapai Rp 41,4 triliun. Dia yakin pada 2024 ini akan semakin banyak investor yang berinvestasi ke IKN.
“Dalam jangka panjang, target 80% dari dana pembangunan IKN non-APBN dapat tercapai,” ujar dia.
Bambang tidak memungkiri pembangunan IKN butuh dana besar. Ketersediaan investor dibutuhkan untuk menanamkan modalnya dalam proyek ini.

