Orbit Future Academy Dirikan Pusat Pelatihan Berbasis Industri 4.0 di Luar Jawa
Jakarta, investortrust.id – Pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi, khususnya terkait industri 4.0 menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi saat ini. Untuk itu, dibutuhkan kehadiran lembaga-lembaga yang peduli pada peningkatan kualitas SDM berbasis 4.0, sebagai pelengkap pengetahuan yang diperoleh di jalur pendidikan formal.
Orbit Future Academy (OFA), salah satu startup di bidang jasa pendidikan yang fokus pada pembekalan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi, sejak beberapa tahun belakangan ini telah menjadi mitra Kemendikbudristek melalui Program Kampus Merdeka. Menyadari pentingnya pengetahuan dan keterampilan berbasis industri 4.0, OFA berencana mendirikan pusat-pusat pelatihan khususnya di luar Pulau Jawa.
Langkah itu dilakukan dengan mempertimbangkan akses internet yang belum merata di seluruh Indonesia, sehingga tidak memungkinkan materi pelatihan dilakukan secara online. “Padahal pemberian pelatihan secara merata agar dapat bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia tidak bisa ditawar-tawar,” ujar Co-founder sekaligus Presiden Direktur Orbit Future Academy, Sachin V Gopalan.
Dia menegaskan, OFA memandang perlu untuk memperluas jangkauan pelatihan dengan menambah wilayah operasionalnya. Selain itu juga menambah sejumlah program agar dapat menjangkau pasar yang berbeda-beda, yang saat ini diakui belum dapat diakses secara optimal.
Baca Juga
Dukung Merdeka Belajar, Orbit Future Academy Cetak SDM Berkualifikasi 4.0
Untuk mendukung rencana perluasan jangkauan, OFA telah berencana untuk mendirikan pusat pelatihan dalam bentuk bangunan fisik di seluruh Indonesia. “Tentu saja langkah itu menimbulkan pertanyaan, bukankah saat ini semua hal bisa dilakukan secara online? Sehingga tidak perlu lagi ada proses pembelajaran yang dilakukan secara fisik,” ujar Co-founder yang juga CEO OFA Nalin K Singh.
Namun, Nalin menambahkan, pihaknya telah melihat realitas di Indonesia, khususnya di luar Jawa, di mana ketersediaan dan kualitas koneksi internet masih belum merata secara baik. “Selain itu, ada kultur di sejumlah wilayah, di mana masih dibutuhkan pendampingan atau pembelajaran secara fisik. Oleh karenanya, sistem pembelajaran secara online menjadi sesuatu yang tidak bisa dinikmati oleh pelajar dan mahasiswa yang berada di wilayah pelosok,” jelasnya.
Selain itu, Nalin menyadari, masih ada sejumlah manfaat dari sistem pembelajaran tatap muka yang tidak bisa digantikan oleh sistem pembelajaran online. “Salah satunya adalah keterlibatan dan kualitas partisipasi antara guru dan murid,” tegasnya.
Baca Juga
Orbit Future Academy Beri Pelatihan AI di Lebih 500 Universitas
Untuk menjalankan program pembelajaran dan pelatihan, saat ini OFA berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka dunia, seperti Intel, Microsoft, dan AWS. Melalui kemitraan dengan kalangan industri teknologi global tersebut, OFA merancang kurikulum pelatihan yang sesuai dengan karakteristik wilayah di Indonesia, untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa maupun mereka yang sudah bekerja agar sesuai dengan pasar dunia kerja di masa depan.
OFA menawarkan kursus bersertifikat industri di bidang yang saat ini tengah menjadi tren, di antaranya kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI), wirausaha rintisan (startup entrepreneurship), serta literasi digital. Program pelatihan menjangkau segala usia, yakni dari 12 hingga 60 tahun. Adapun target pesertanya adalah mereka yang tengah mencari kerja, maupun pencipta lapangan kerja di masa mendatang.

