Menkes Minta Jumlah Dokter Spesialis Diperbanyak
JAKARTA, Investortrust.id — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai ketersediaan SDM kesehatan di RSUD Undata di Kota Palu, Sulawesi Tengah, sudah cukup memadai, tetapi jumlah dokter spesialis tetap perlu diperbanyak. Selain itu, RSUD Undata perlu menambah kompetensi para perawatnya supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Palu.
“Kalau saya lihat di sini dokter dan perawatnya sudah ada, tinggal jumlah dokter spesialisnya diperbanyak, dan para perawatnya diberi pelatihan kompetensi tambahan, supaya dapat melayani masyarakat dengan maksimal. Jika sudah, nanti kami akan bantu pemenuhan kebutuhan alatnya,” kata Menkes Budi dalam keterangan dikutip Minggu (07/01/2024) usai kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Baca Juga
Pakai Dana IPO, Emiten Rumah Sakit Sandiaga Uno (PRAY) Suntik Modal Anak Usaha Rp 45,90 Miliar
Saat ini, RSUD Undata memiliki beberapa layanan unggulan. Ini di antaranya pelayanan onkologi ginekologi, bedah jantung, bedah saraf, ginjal dan hipertensi, serta bedah urologi ESWL (Tembak Batu Ginjal).
RS Rujukan Nasional
Sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional, Menkes Budi ingin memastikan seluruh aspek layanan mulai dari ketersediaan alat kesehatan, kelayakan fasilitas, hingga kebutuhan SDM kesehatan terpenuhi dengan baik. Sehingga, pasien yang datang berobat dapat ditangani hingga tuntas di RSUD Undata Kota Palu tanpa perlu dirujuk lagi ke luar provinsi.
“Saya harap masyarakat Palu yang mengidap penyakit stroke, kanker, ginjal kalau bisa nggak perlu dirujuk sampai ke Makassar. Upayakan selesaikan pengobatannya cukup sampai di RSUD Undata saja, supaya tidak menyulitkan pasien,” kata Menkes Budi.
Baca Juga
Dalam kunjungan kerja di Palu, Menkes juga meninjau langsung kelengkapan fasilitas pelayanan yang ada di Puskesmas Bulili. Fasilitas pelayanan itu, di antaranya pelayanan kesehatan umum, USG dan antropometri di ruang perawatan ibu dan anak, ketersediaan tempat tidur di ruang bersalin, kelengkapan alat pemeriksaan darah di laboratorium, ruang pelayanan kesehatan gigi dan mulut, serta akses pelayanan gawat darurat. Puskesmas yang merupakan pusat layanan kesehatan masyarakat tingkat pertama ini turut menjadi ujung tombak untuk menjaga masyarakat tetap sehat.
Menkes Budi mengapresiasi upaya Dinas Kesehatan Kota Palu dalam mendukung Puskesmas Bulili menyediakan pelayanan prima untuk masyarakat, salah satunya terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut. “Ini hebat Dinkes-nya bisa bantu sediakan alat dan bahan habis pakai untuk tindakan penambalan gigi berlubang, karena jarang Puskesmas yang bisa. Biasanya, hanya pembersihan karang gigi dan pencabutan. Jadi, masyarakat nggak perlu khawatir berobat di sini. Kalau ada gigi bolong, bisa ditambal, bukannya langsung dicabut, ya,” ujar Menkes Budi. (pd)

