Pesawat Penumpang Wings Air Ditembak KKB di Yahukimo
JAKARTA, Investortrust.id - Pesawat Wings Air dilaporkan telah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Sabtu (17/2/2024) ketika hendak mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Insinden penembakan ini dibenarkan oleh Kapolres Yahukimo AKBP Heru Hidayanto. Insiden penembakan terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 13.20 WIT. Akibat tembakan tersebut tubuh pesawat berlubang seukuran peluru yang menembus ke dalam badan pesawat.
"Benar, ada insiden penembakan terhadap pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan PK-WJT dan saat ini pesawat tersebut masih berada di Dekai," ujarnya seperti dilansir Antara.
Dalam kesempatan berbeda Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri mengatakan personel TNI dan Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata pelaku penembakan pesawat Wings Air. Pihaknya menyebut tak ada korban jiwa akibat penembankan tersebut.
Insiden terjadi saat pesawat yang mengangkut puluhan penumpang hendak mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.Sesaat sebelum mendarat dilaporkan terdengar bunyi tembakan, dan berikutnya diketahui sebuah peluru telah menembus sisi sebelah kiri badan pesawat.
Pesawat yang membawa 36 penumpang itu, dilaporkan telah diterbangkan ke Bandar Udara Mozes Kilangin Timika dan mendarat pukul 09.09 UTC atau 18.09 WIT dengan selamat.
Menanggapi insiden tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau maskapai meningkatkan kewaspadaan pasca insiden penembakan pesawat Wings Air PK-WJY jenis ATR 72-600 di Dekai.
"Saya imbau kepada maskapai yang beroperasi khususnya pada rute-rute yang sering terjadi gangguan keamanan dan keselamatan penerbangan agar waspada dan berhati-hati, dan lebih meningkatkan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan sebelum memutuskan untuk terbang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menyampaikan telah memberikan arahan kepada maskapai penerbangan yang beroperasi di Wilayah Kerja Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke untuk lebih waspada dan hati-hati.
"Saya juga meminta untuk melakukan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) lebih cermat dan koordinasi secara intens dengan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), AirNav Indonesia, dan para pihak pemangku keamanan setempat untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan," kata Kristi dikutip Antara.

