Bukan Gibran, Erick Thohir akan Jadi Cawapres Prabowo
JAKARTA, Investortrust.id— Erick Thohir segera diumumkan menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. Meski Mahkamah Konstitusi (MK) memberi peluang kepada Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres, pihak Joko Widodo (Jokowi) tidak akan mendukung wali kota Solo itu menjadi cawapres.
“Melihat komposisi pengambilan keputusan di MK yang kurang baik dan reaksi kelas menengah yang umumnya negatif terhadap putusan MK, Jokowi tidak akan membiarkan putranya digadang menjadi cawapres,” ujar sumber di ring satu Prabowo Subianto
Pada sisi lain, dengan tidak mendukung Gibran menjadi cawapres, kata sumber tersebut, approval rating Presiden Jokowi akan meningkat Kembali. “Dengan approval rating yang tinggi itu, Jokowi menjadi penentu kemenangan pasangan calon (paslon) yang didukungnya. Jokowi menunjukkan dirinya sebagai negarawan yang mampu melihat nurani dan aspirasi publik,” ujar dia.
Meski bukan pemimpin partai dan tidak menjadi kader dari salah satu partai, Erick dinilai mumpuni sebagai cawapres dan kelak menjadi wapres. Menteri BUMN itu sudah menunjukkan kinerja positif, antara lain, menjadi panitia pelaksana atau INASGOC Asian Games 2018 dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Kubu Jokowi pada Pilpres 2019 yang membawanya menjadi menteri BUMN.
Baca Juga
Pengamat politik, Muhammad Qodari mengatakan, Erick Thohir memenuhi semua persyaratan sebagai cawapres. Tapi, untuk menjadi pendamping Prabowo Subianto dibutuhkan pertimbangan khusus dan wisdon para elite partai pendukung.
Kedekatan Erick dengan Jokowi, bahkan menjadi orang kepercayaan Jokowi, menurut Qodari, menjadi faktor kuat yang menempatkan dia di posisi paling dekat dengan posisi cawapres Prabowo. Apalagi hari ini, Jokowi tampak lebih condong ke Prabowo.
Ia menambahkan, Erick Thohir sejauh selalu menduduki posisi tertinggi sebagai cawapres dari berbagai survei. Kelebihan lain bisa dinilai dari kinerjanya sebagai Menteri BUMN sebagai ketua PSSI yang cukup memberi harapan.
“Kalau bahasanya orang Islam, Pak Erick ini syariatnya sudah terpenuhi semua, tinggal makrifatnya. Syariat itu usaha, apa yang harus dikerjakan. Sedangkan makrifat itu adalah takdir,” ujar jebolan Universitas Essex ini.
Qodari menilai, pengumuman Mahfud MD sebagai cawapres Ganjar Pranowo oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri semakin melebarkan perbedaan Mega dan Jokowi. Jokowi tidak dilibatkan dalam pemilihan Mahfud, bahkan juga partai pendukung lainnya.
Baca Juga
Ganjar Pranowo Optimistis Wujudkan Indonesia Unggul bersama Mahfud MD
