ASN Diminta Tunda Kepulangan ke Jabodetabek, Ini Alasannya
CIKAMPEK, investortrust.id - Pemerintah meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini masih di kampung halaman agar menunda kepulangan ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
"ASN yang menunda kepulangan akan meringankan beban kami," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat jumpa pers di Cikampek, Senin (15/4/2024).
Ia mengatakan, puncak arus balik diprediksi Senin malam dan mereka yang menunda akan membantu petugas mereduksi kemacetan hingga dua hari ke depan.
"Untuk ASN yang tidak punya kepentingan silakan gunakan waktu dua hari untuk bekerja dari rumah atau kampung halaman," kata dia seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pada Minggu malam V/C Ratio yakni jumlah kendaraan pada satu segmen jalan dalam satu waktu dibandingkan dengan kapasitas jalan cukup tinggi.
"Semalam itu V/C Ratio mencapai 0,8 dan itu di atas angka normal," kata dia.
Menurut dia, adanya angka V/C Ratio itu seharusnya menjadi alarm bagi mereka yang ingin pulang ke daerah tempat tinggal.
"Kalau tidak mau terlibat dalam kemacetan panjang maka sebaiknya jangan pulang hari ini tapi ditunda besok," kata dia.
Baca Juga
Pemprov DKI Terapkan WFH hingga 17 April secara Selektif, Simak Aturannya
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 961.852 kendaraan kembali ke wilayah Jabodetabek dari 10-14 April 2024.
Angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung).
Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabodetabek ini meningkat 41,03% jika dibandingkan lalin normal dengan total 681.996 kendaraan. Jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2023, total volume lalin ini lebih rendah 3,1% dengan total 992.223 kendaraan.
Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabodetabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 520.043 kendaraan (54,1%) dari arah timur Trans Jawa dan Bandung.
"Sebanyak 239.316 kendaraan (24,9%) dari arah Barat (Merak), dan 202.493 kendaraan (21,1%) dari arah Selatan atau Puncak," kata Marketing & Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Faiza Riani.

