Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik kepada KPK di Bawah Polri, dan Kejagung
JAKARTA, investortrust.id - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait kepercayaan publik kepada lembaga politik dan hukum. Hasilnya, kepercayan publik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) paling rendah di antara lembaga penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung, Polri, dan pengadilan.
Dalam survei yang dilakukan pada 30 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024 menunjukkan sekitar 70,3% masyarakat terhadap KPK yang terdiri dari 9% sangat percaya dan 61% cukup percaya. Sisanya, 24% tidak percaya, dan 3% tidak percaya sama sekali. Terdapat 3% responden yang tidak tahu atau tidak menjawab.
Tingkat kepercayaan publik terhadap KPK lebih rendah dibanding Kejagung yang dipercaya oleh 76,2%, Polri (75,3%), dan pengadilan (75,2%). Tingkat kepercayaan terhadap KPK juga lebih rendah dibanding Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipercaya oleh 70,8% responden.
Baca Juga
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tren kepercayaan publik terhadap KPK terus turun. Padahal, KPK pernah berada di posisi teratas di bawah TNI dan presiden sebagai lembaga yang paling dipercaya publik. Burhanuddin berharap Ketua sementara KPK Nawawi Pomolango dapat memulihkan kepercayaan publik dan mengembalikan muruah lembaga antikorupsi.
"KPK, sebelum tahun 2020 tingkat kepercayaannya selalu lebih tinggi ketimbang kepolisian dan Kejagung, tetapi di akhir 2021 menurun tajam dan hingga kini belum tampak gejala tingkat kepercayaannya kembali pulih" kata Burhanuddin Muhtadi dalam rilis hasil survei secara daring, Selasa (23/1/2024).
Sementara itu, kata Burhanuddin, kepercayaan publik kepada Kejagung terus meningkat dalam dua atau tiga tahun terakhir. Bahkan, Kejagung yang sebelumnya kerap menjadi lembaga penegak hukum yang paling rendah kepercayaannya, kini menempati posisi teratas.
"Kejaksaan Agung sebelumnya itu sering kali menempati peringkat lembaga penegak hukum paling rendah trust publiknya. Tetapi dalam dua-tiga tahun terakhir mulai menyalip lembaga-lembaga penegak hukum yang lain," katanya.
Demikian juga dengan Polri. Tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara mulai pulih setelah hancur saat mencuatnya kasus Ferdy Sambo.
"Polri ini itu sempat hancur waktu kasus Sambo," katanya.
Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK seiring dengan penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Hanya 32,7% responden yang menilai pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dalam kondisi baik. Kemudian, responden yang menyatakan pemberantasan korupsi buruk 35%. Sedangkan yang menyatakan sedang 29% serta tidak menjawab atau tidak tahu 3,2%.
Secara tren, responden yang menyatakan pemberantasan korupsi buruk turun dibanding survei sebelumnya yaitu dari 37,4% ke 35%. Sedangkan yang mengatakan pemberantasan korupsi baik naik dari 28,6% jadi 32,7%.
"Meskipun agak sedikit turun tetapi overall masih lebih banyak yang menilai negatif dibanding positif," katanya.
Baca Juga
Anies Prihatin KPK Jadi Lembaga dengan Tingkat Kepercayaan Publik Paling Rendah
Dalam survei itu diketahui, TNI menjadi lembaga yang paling dipercaya publik dengan dipilih oleh 89%. Di bawah TNI, terdapat presiden dengan dipercaya oleh 86% responden.
Survei ini melibatkan 4.560 responden. Sebanyak 1.200 responden dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional dengan 13 provinsi yang oversample, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, dan NTT.
Margin error survei sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan sampel terpilih diwawancarai dengan tatap muka.

