Selamat Hari Raya Paskah, PASKAH, PESTA KEMENANGAN
JAKARTA, investortrust.id - Paskah adalah puncak karya keselamatan Allah yang dicapai melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Yesus kemudian naik ke Surga setelah 40 hari bangkit dari kubur dan menampakkan diri kepada para murid-Nya.
Sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus dibaca dan dipahami dalam satu tarikan nafas. Sengsara dan wafat Yesus tak ada artinya bagi manusia tanpa kebangkitan. Tidak ada kebangkitan tanpa penderitaan dan kematian. Sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus adalah satu kesatuan.
Peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus disebut puncak karya keselamatan. Semua rentetan kehidupan Yesus, mulai dari lahir, berkarya, hingga kematian dan kebangkitan merupakan penggenapan terhadap nubuat para nabi. Yesus adalah pemenuhan janji Allah kepada Abraham dan keturunannya. Lewat sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus, manusia diselamatkan. Kuasa dosa dipatahkan, maut dikalahkan.
Karya keselamatan sudah dimulai sejak Perjanjian Lama, sejak Abraham, Bapak Bangsa, dipanggil Allah dari Ur, Kasdim (Mesopotamia), kini Irak. Abraham dipanggil Yahwe untuk hijrah ke Tanah Kanaan, negeri yang disebut-sebut berlimpah susu dan madu. Tanah Kanaan atau Palestina adalah Promised Land, Taman yang Dijanjikan.
Tidak jelas benar batas-batas Tanah Kanaan. Abraham dipanggil Yahwe sekitar 2.000 tahun sebelum Masehi. Baru sampai generasi keempat, bangsa Israel pindah ke Mesir mengikuti Yusuf, putra ke-11 dari Yakub, cucu Abraham. Bangsa Israel menetap di Mesir selama 430 tahun. “Adapun lamanya bani Israel sudah duduk dalam negeri Mesir, ia itu empat ratus tiga puluh tahun.” (Keluaran 12:40)
Karena lama tinggal di Mesir, sekitar sepuluh generasi, bangsa Israel harus berusaha merebut kembali Promised Land. Orang Israel umumnya memaknai Tanah yang Dijanjikan meliputi wilayah Lebanon, Palestina, negara Israel saat ini, Yordania, hingga Mesir.
Dari semua wilayah yang dijanjikan, yang paling penting adalah Bukit Muria, tempat Ishak dipersembahkan, yang saat ini dikenal sebagai Golgota. Saat ini, Golgota merupakan bagian dari Kota Yerusalem. Para peziarah Katolik, termasuk penulis pada Desember 2016, melakukan ritual Jalan Salib, menyusuri rute Yesus memanggul Salib. Jalan yang disebut Via Dolorosa itu berawal dari Istana Pialtus.
Bukit Muria disebut juga Bukit Zion, tempat Salomo membangun Bait Allah. Zionisme adalah gerakan politik orang Israel diaspora untuk kembali ke Zion membangun negara berdaulat sesuai janji Allah kepada Abraham. Pada 14 Mei 1948, Ben Gurion dan para zionis mendeklarasikan Israel sebagai sebuah negara berdaulat dan sejak itu pula terjadi konflik dengan negara tetangganya hingga saat ini.
Orang Israel —yang sejak masa sebelum Yesus dibuang ke mana-mana oleh penguasa kerajaan yang menaklukkan— di perantauan selalu rindu untuk kembali ke negeri asalnya dan setiap tahun bisa ikut merayakan Paskah di Yerusalem. Cinta Allah kepada Israel dilukiskan dengan cinta seorang ayah kepada putrinya. Yerusalem disebut Putri Zion, Putri Tercinta yang disayangi Allah.
Saat dipanggil dari negeri Ur, Allah memberikan tiga janji kepada Abraham. Pertama, keturunan Abraham akan menjadi bangsa yang besar. Kedua, nama Abraham akan masyur selamanya. Ketiga, keturunan Abraham akan menjadi berkat bagi dunia. (Kejadian 12: 2-3)
Maksud janji ketiga adalah, dari keturunan Abraham lahir seorang mesias, penyelamat dunia. Orang Israel memaknai mesias sebagai penguasa dunia yang membebaskan mereka dari penjajahan. Selain kebencian para imam, orang Farisi, dan tokoh agama yang terancam statusnya, pembunuhan terhadap Yesus juga akibat ketakutan pemerintahan Romawi akan pemberontakan Israel di bawah tokoh karismatik, yakni Yesus.
Sedangkan yang dimaksud dengan mesias oleh Allah adalah penebus dosa manusia, yakni Yesus. “… Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Jika kerajaan-Ku dari dunia ini, pelayan-pelayan-Ku pasti akan melawan supaya Aku tidak diserahkan kepada orang-orang Yahudi. Akan tetapi, kerajaan-Ku bukanlah dari dunia ini.” (Yohanes 18:36)
Kelahiran, hidup, sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus sudah diramalkan para nabi. Semua yang dijalani Yesus adalah penggenapan terhadap ramalan di Perjanjian Lama. Rencana Allah yang sudah dimulai sejak Abraham di Perjanjian Lama disempurnakan oleh Yesus Kristus dengan misteri Paskah.
Yesus, Sang Mesias, Sabda yang Menjadi Daging, adalah penebus dosa umat manusia dengan darah-Nya yang ditumpah di kayu salib. Yesus membasuh dosa manusia dengan darah-Nya. Kuasa dosa dipatahkan dan kuasa maut dikalahkan-Nya.
“Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (I Korintus 15: 54-57)
Yang diselamatkan Yesus adalah semua umat manusia, bukan hanya orang Israel. Setiap orang yang percaya kepada Yesus, yang rela menderita dan memikul salib hidupnya akan dibangkitkan dan mendapatkan kebahagiaan abadi bersama Yesus. “… Akulah kebangkitan dan kehidupan; siapa pun yang percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati. (Yohanes 11:25).
Dengan kematian-Nya di kayu salib, Yesus “mematikan” kematian. Dengan kematian, hidup bukanlah diakhiri, melainkan diubah ke kehidupan baru yang abadi. Yesus adalah jalan menuju kebangkitan dan keselamatan. “…Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)
Yesus Bangkit
[Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan: Kis 10:34.37-43; Mzm 118:1-23; Kol 3:1-4; Yoh 20:1-9].
Yesus bangkit atau Yesus dibangkitkan. Kedua ungkapan ini benar. Ungkapan pertama, Yesus bangkit, mengacu pada ke-Allah-an Yesus. Sebagai Allah, Yesus tidak berawal dan tidak berakhir. Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan. Ia sehakikat dengan Bapa
Sedang sebagai manusia, Yesus dibangkitkan sebagai yang sulung dari seluruh umat manusia. Dengan kebangkitan-Nya, Yesus “mematikan” kematian. Keempat penginjil menulis tentang kebangkitan Yesus. Yohanes, murid Yesus termuda, menulis begini.
20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
20: 2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.
20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
20:4: Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. (Yohanes 20: 1-9)
Kebangkitan Yesus adalah fakta sejarah. Matius menulis tentang ketatnya penjagaan kubur.
27:62 Pada hari berikutnya, yaitu hari sesudah persiapan untuk Sabat, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi dikumpulkan ke hadapan Pilatus.
27:63 Mereka berkata, “Tuan, kami ingat bahwa ketika si pembohong itu masih hidup, Ia pernah berkata, ‘Setelah tiga hari, Aku akan bangkit lagi.’
27:64 Karena itu, perintahkanlah supaya kuburan itu dijaga sampai hari yang ketiga, kalau-kalau murid-murid-Nya mungkin datang dan mencuri-Nya, dan berkata kepada orang banyak, ‘Ia sudah bangkit dari antara orang mati.’ Dan, penipuan yang terakhir ini akan lebih buruk daripada yang pertama.”
27:65 Pilatus berkata kepada mereka, “Kamu mempunyai penjaga. Pergi, jagalah sebagaimana yang kamu tahu.”
27:66 Lalu, mereka pergi dan mengamankan kuburan itu bersama dengan regu penjaga, serta menyegel batu penutup kubur. (Matius 27: 62-66)
Selanjutnya, Matius menulis;
28: 1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
28:4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit , sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28: 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku. (Matius 28: 1-10)
Yesus lahir di kota Betlehem, kota Daud, leluhur Yusuf, suami Maria. Yesus sebagai keturunan Daud dilahirkan di kota leluhurnya itu. Betlehem dan Yerusalem terletak di Yudua. Bukit Zaitun dan Yerusalem hanya berbatasan dengan Lembah Kidron. Saat ini, Yerusalem dan Betlehem sudah menjadi kota yang tersambung seperti Jakarta dan Bekasi.
Kebangkitan Yesus juga dikisahkan dalam Kisah Para Rasul.
10: 40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,
10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya. (Kisah Para Rasul 10: 40-43)
Paskah, Tuhan Lewat
Yesus dielu-elukan saat memasuki kota Yerusalem hendak merayakan Paskah, sebuah perayaan penting orang Israel. Pada malam Paskah, mereka makan domba muda dan roti tidak beragi untuk memperingati pembebasan mereka dari penindasan Firaun.
Setelah berbagai peringatan tidak dihiraukan, Yahwe memberikan hukuman yang kesepuluh yang sangat dahsyat. Semua sulung, mulai dari anak sulung Firaun, anak sulung orang Mesir hingga anak sulung hewan orang Mesir mati dihukum Yahwe. Hukuman ini tidak berlaku bagi orang Israel
11.4 "…Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku akan berjalan dari tengah-tengah Mesir.
11:5 Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati , dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu kilangan, juga segala anak sulung hewan.
11:6 Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan ada lagi. (Kejadian 11:4-6)
Paskah, Pesah bahasa Ibrani atau Passover dalam bahasa Inggris artinya Tuhan Lewat.
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba , menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
12:4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
12: 5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
12: 6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12: 7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
12:9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
12:10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.
12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel. (Kejadian 12: 3-15)
Jika pada masa Perjanjian Lama Tuhan Lewat untuk membebaskan umat Israel, pada Perjanjian Baru, Tuhan Lewat untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian. Dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus, manusia diselamatkan. Kuasa dosa dipatahkan, maut dikalahkan. Yesus bangkit sebagai yang sulung di antara umat manusia.
Santo Paulus menulis tentang kesaksiannya sebagai berikut.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:12: Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15: 14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. (I Korintus 15:3-8 dan I Korintus 15: 12-15)
Paskah artinya Allah Lewat untuk menyelamatkan. Paskah adalah Pesta Kemenangan.
Selamat Paskah!

