1.100 Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan Prabowo, 100 Sudah Beroperasi di 30 Provinsi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hingga 28 Oktober 2026, sebanyak 100 lokasi KNMP telah beroperasi di 30 provinsi, sementara 1.000 lokasi lainnya sedang dalam proses pembangunan di 34 provinsi. Dengan demikian, total terdapat 1.100 lokasi KNMP yang telah beroperasi maupun sedang dibangun di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatra hingga Papua.
Program ini diarahkan untuk memperbaiki fasilitas dan ekosistem usaha perikanan, sehingga nelayan tidak hanya memperoleh tempat berlabuh yang layak, tetapi juga dukungan penyimpanan hasil tangkapan, pengolahan, dan pemasaran ikan.
Bagi nelayan yang selama ini melaut dengan fasilitas terbatas, keberadaan KNMP diharapkan membantu menjaga kualitas hasil tangkapan, mengurangi kerugian pascapanen, serta meningkatkan nilai jual ikan dan pendapatan keluarga.
Baca Juga
Sulawesi dan Sumatra Jadi Wilayah Pengembangan
Berdasarkan sebaran pembangunan, Sulawesi menjadi salah satu kawasan dengan jumlah lokasi KNMP yang sedang dibangun cukup besar, yakni 253 lokasi. Dari jumlah tersebut, Sulawesi Selatan mencatat 71 lokasi, Sulawesi Tenggara 50 lokasi, Gorontalo 46 lokasi, dan Sulawesi Utara 41 lokasi.
Di Sumatra, pembangunan KNMP mencapai 221 lokasi. Aceh mencatat 45 lokasi, Kepulauan Riau 41 lokasi, Sumatra Utara 24 lokasi, Lampung 23 lokasi, serta Riau 21 lokasi.
Kemudian, di Pulau Jawa, terdapat 125 lokasi yang sedang dibangun. Jawa Timur mencatat 45 lokasi, Jawa Tengah 36 lokasi, Jawa Barat 25 lokasi, Banten 13 lokasi, DI Yogyakarta lima lokasi, dan DKI Jakarta satu lokasi. Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, pembangunan mencapai 108 lokasi. Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 61 lokasi dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 43 lokasi. Sementara di Bali terdapat empat lokasi yang sedang dibangun.
Untuk wilayah Kalimantan, pembangunan mencakup 74 lokasi, sedangkan Maluku mencapai 103 lokasi. Di Tanah Papua, terdapat 116 lokasi yang sedang dibangun, dengan 111 lokasi di antaranya berada di Provinsi Papua.
100 KNMP Telah Beroperasi
Selain pembangunan yang sedang berlangsung, sebanyak 100 KNMP telah beroperasi di 30 provinsi. Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan jumlah lokasi operasional terbanyak, yakni delapan lokasi. Jumlah yang sama tercatat di Lampung. NTB dan NTT masing-masing memiliki enam lokasi KNMP yang sudah beroperasi. Sementara Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Aceh masing-masing mencatat lima, lima, empat, dan empat lokasi operasional.
Di kawasan Maluku, Maluku Utara mencatat lima lokasi operasional dan Maluku dua lokasi. Adapun Papua Selatan telah mengoperasikan dua lokasi, sedangkan Papua Barat Daya satu lokasi.
Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan fasilitas perikanan tidak hanya menyasar sentra perikanan di wilayah barat Indonesia, tetapi juga menjangkau kawasan timur dan pulau-pulau terluar.
Perkuat Rantai Usaha dan Pendapatan Nelayan
KNMP dirancang tidak sekadar menjadi tempat berlabuh kapal atau aktivitas bongkar muat ikan. Ketersediaan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) menjadi bagian penting untuk menjaga mutu hasil tangkapan sebelum dipasarkan atau diolah lebih lanjut. Fasilitas pengolahan dan pemasaran juga diharapkan memperkuat rantai usaha perikanan.
Baca Juga
KKP Gandeng Kemenkop-BP BUMN, Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Pesisir
Dengan dukungan tersebut, nelayan dan keluarga tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar, tetapi berpeluang memperoleh nilai tambah melalui kegiatan pengolahan dan distribusi.
Kehadiran fasilitas yang lebih memadai juga dapat membantu mengurangi tekanan bagi nelayan ketika hasil tangkapan melimpah, tetapi akses penyimpanan dan pasar terbatas. Dengan demikian, pembangunan KNMP diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap ekonomi masyarakat pesisir, termasuk membuka peluang usaha dan aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan nelayan.
