CSIS Pastikan Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024 dalam Satu Putaran
JAKARTA, investortrust.id - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengonfirmasi capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menang Pilpres 2024 dalam satu putaran. Hal itu berdasarkan hitung cepat atau quick count.
"Hasil quick count (QC) atau hitung cepat sejumlah lembaga survei mengonfirmasi kemenangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di kisaran 57-58%," kata Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial Arya Fernandes dalam keterangannya, Rabu (21/2/2024).
Arya mengatakan, kemenangan Prabowo-Gibran sudah diprediksi dengan melihat tren elektabilitas pasangan tersebut yang terus melejit menjelang Pilpres 2024. Namun, sejumlah lembaga survei belum percaya diri mengeklaim Pilpres 2024 dapat berlangsung dalam satu putaran.
"Sebagian besar memberikan sinyal, meskipun peluang pilpres satu putaran membesar, potensi dua putaran masih terbuka," katanya.
Baca Juga
Ucapkan Selamat via Telepon, MBZ Sapa Prabowo dengan "My Brother"
Dikatakan, peta elektoral yang berubah cepat menjelang hari pemilihan tersebut membuat kubu capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandara (Cak Imin) serta capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berpikir strategis untuk dapat memenangkan pertarungan di Pilpres 2024. Dengan jarak suara yang lebar, sangat sulit bagi Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud untuk mengejar suara Prabowo-Gibran yang terus meroket.
Untuk itu, kubu Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud menempuh jalan yang masih mungkin diusahakan, yakni dengan memaksa Pilpres 2024 berlangsung dua putaran. Hal itu hanya dapat dicapai jika suara Anies-Cak Imin tembus angka 30% dan Ganjar-Mahfud di atas 20%.
"Namun, nahasnya situasi kian rumit karena suara Anies-Muhaimin cenderung stagnan di angka 24-27%, sementara suara Ganjar-Mahfud terus tergerus hingga di bawah 20%. Tak ayal, untuk mempengaruhi sikap pemilih di akhir masa kampanye, Anies Baswedan memilih mengendurkan serangannya pada debat pamungkas calon presiden. Sebaliknya, Ganjar justru semakin agresif menyerang," katanya.
Arya juga menjelaskan sejumlah faktor yang membuat Prabowo-Gibran menang satu putaran. Salah satunya terlihat dari angka split-ticket voting yang terjadi pada pendukung partai koalisi Anies-Cak dan Ganjar-Mahfud.
"Kondisi tersebut tentu menguntungkan Prabowo. Ia tidak hanya mendapatkan suara dari basis partai pendukungnya, tetapi juga mendapatkan suara dari partai koalisi lainnya," ucap Arya.
Selain itu, menguatnya persepsi positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah serta situasi ekonomi yang dinilai baik. Arya menuturkan masyarakat melihat itu dari alokasi anggaran program bantuan sosial yang meningkat. Berdasar catatan CSIS dalam survei pada Desember 2023 lalu, sebanyak 86,1% percaya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kemenangan Prabowo-Gibran juga dapat dilihat dari perubahan strategi tim kampanye yang menyasar kampanye di platform TikTok serta keterlibatan influencer berpengaruh dalam tim kampanye nasional. Konten-konten Prabowo yang direproduksi di TikTok hampir selalu menjadi viral dan ditonton puluhan juta orang," tambah Arya.
Baca Juga
Survei Buktikan Banyak Orang Pilih Prabowo karena Efek Jokowi
CSIS mencatat Pemilu 2024 menggenapkan proses demokrasi yang telah dilakukan sejak reformasi 1998. Indonesia telah menjalani enam kali pemilu pasca-Reformasi. Ia Dengan segala kurang dan kelebihannya, Arya menegaskan, demokrasi masih menjadi pilihan terbaik bagi Indonesia dalam menghadapi masalah nasional dan internasional ke depan.
"Dalam setiap pemilu kita menyaksikan kekuasan itu naik dan turun. Perubahan-perubahan politik datang begitu cepat, sehingga kita tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi. Demokrasi dengan segala catatannya, masih menjadi pilihan terbaik untuk kita sampai kapanpun," katanya.
"Kita membutuhkan seorang negarawan yang demokrat untuk memimpin lebih dari 270 juta orang di negeri ini, untuk menghadapi tantangan domestik dan global yang kian berat di tahun ini dan tahun-tahun ke depan, kita membutuhkan kabinet yang kompeten dan berpengalaman," katanya.

