Pramono Anung Bantah Isu Jakarta Siaga 1
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah isu di media sosial yang menyebut Jakarta berstatus siaga 1. Isu itu mencuat setelah beredarnya kabar pengerahan 20.980 personel TNI AL ke Jakarta untuk mempertebal pengamanan.
Pramono menyatakan penetapan status siaga umumnya dikoordinasikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, termasuk gubernur. Namun, hingga saat ini, Pramono menyatakan tidak ada koordinasi apa pun terkait hal tersebut.
"Saya tidak, karena apa pun, sebagai gubernur, kalau ada siaga 1 pasti saya dikoordinasikan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga
TNI Buka Suara soal Pengerahan Prajurit dalam Jumlah Besar ke Jakarta
Pramono mengaku belum menerima informasi apa pun terkait penetapan status Jakarta siaga 1. Aktivitas pemerintahan di Pemprov DKI juga berjalan seperti biasanya.
"Wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak mendengar itu," katanya.
Sebelumnya, muncul isu Jakarta siaga 1 setelah beredar kabar pengerahan pasukan TNI besar-besaran ke Jakarta. TNI AL misalnya disebut mengerahkan 20.980 personel yang berasal dari Korps Marinir, Koarmada, Koarmada I, Koarmada II, serta satuan pendukung lainnya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengerahan personel dalam jumlah besar dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga kesatuan Republik Indonesia.
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," kata Nas dikutip dari Antara, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga
Helikopter TNI AD Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Kalteng, 3 Orang Meninggal Dunia
Kendati demikian, Nas tidak menjelaskan secara detail maksud dari pengerahan pasukan itu. Dia juga tidak menjelaskan secara terperinci berapa personel yang dikerahkan ke Ibu Kota.
Nas dikonfirmasi soal dugaan pengerahan personel untuk mengantisipasi aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Namun demikian, Nas tidak merespons terkait hal tersebut.
Beredar kabar personel dari tiga matra TNI dalam jumlah besar dikerahkan ke Jakarta. Salah satu matra TNI yang mengerahkan pasukan adalah TNI AL.
