Survei Charta Politika: Prabowo Gibran Teratas, Ganjar-Mahfud Bersaing dengan Anies-Cak Imin
JAKARTA, investortrust.id - Elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tetap berada di puncak. Sementara elektabilitas capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mengalami kembali naik dan menyalip capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia pada 4 Januari sampai dengan 11 Januari 2024. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka atau face to face interview terhadap 1.220 responden dengan metode sampling multistage random sampling. Margin of error survei berada di kisaran 2,82& dengan quality control 20% dari total sampel.
Baca Juga
Dari survei itu, Prabowo-Gibran meraih elektabilitas 42,2%. Elektabilitas Prabowo-Gibran terpaut sekitar 14,2% dari pesaing terdekatnya Ganjar-Mahfud yang meraih 28%. Sementara Anies-Cak Imin berada di urutan ketiga dengan 26,7%. Dalam survei itu, terdapat 3,1% responden yang tidak tahu atau tidak menjawab.
"Hasilnya menunjukkan, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berada di posisi pertama di angka 42,2%. Lalu berikutnya di posisi kedua ada Pak Ganjar Pranowo dengan Mahfud MD di angka 28% lalu berikutnya ada Pak Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di angka 26,7%," kata peneliti utama Charta Politika, Nahrudin dalam rilis hasil survei secara daring, Minggu (21/1/2024).
Baca Juga
Survei LSI: Prabowo-Gibran 47%, Anies-Cak Imin 23,2%, dan Ganjar-Mahfud 21,7
Dengan hasil survei ini, elektabilitas Prabowo-Gibran turun dari survei Charta Politika sebelumnya pada akhir Desember 2023 yang saat itu meraih 43,8%. Sementara Ganjar-Mahfud mengalami rebound karena sebelumnya berada di angka 26,5%. Kenaikan elektabilitas juga dialami Anies-Cak Imin yang pada survei sebelumnya meraih 26,3%.
"Kita lihat ada sedikit kenaikan dari pasangan Ganjar dan Mahfud. Ada sedikit rebound mungkin juga jika kita cek akibat debat capres yang kemarin sudah terlaksana. Jadi ada rebound sekitar 1%-an. Jadi ada kenaikan di pasangan Ganjar. Pun juga ada kenaikan di pasangan Anies-Muhaimin. Lalu kalau kita lihat di pasangan Prabowo-Gibran justru malah belum ada kenaikan signifikan. Kalau kita lihat penurunannya di 43,8% ke 42,2% itu masih dalam rentang kesalahan jadi dalam margin of error. Justru ada stagnasi di Prabowo dan Gibran," katanya.

