Pramono Anung Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta Mulai November 2026, Ini Agendanya
JAKARTA, investortrust.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat secara langsung di 44 kecamatan di Jakarta mulai November 2026. Langkah ini dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus menggali berbagai persoalan di tingkat kecamatan dan kelurahan yang selama ini dinilai terlambat sampai ke tingkat gubernur.
Melalui rapat tersebut, Pramono ingin memangkas panjangnya rantai birokrasi agar berbagai persoalan di wilayah dapat diketahui dan ditangani lebih cepat oleh pemerintah daerah. Rapat tersebut akan melibatkan camat, lurah, wali kota atau bupati, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta jajaran asisten gubernur.
Baca Juga
Pramono Segera Putuskan 'Naming Rights' Jakarta International Stadium
Dalam pertemuan itu, camat akan mendapat kesempatan untuk mempresentasikan langsung berbagai kendala dan persoalan yang terjadi di wilayahnya. "Jakarta ini punya 44 kecamatan, 267 kelurahan. Sering kali karena hierarki yang begitu panjang, persoalan di bawah itu sampai ke gubernur terlambat dan persoalannya sudah lewat," kata Pramono saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Pramono mengatakan, rapat langsung di tingkat kecamatan tersebut akan dijadikan tradisi baru dalam sistem pemerintahan DKI Jakarta. Dengan mekanisme ini, para camat dan lurah memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan mendasar yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Saya ingin memulai tradisi baru bahwa rapat diadakan di kecamatan yang mempresentasikan adalah camat, tetapi diikuti oleh seluruh lurah bersama dengan wali kota atau bupati, OPD terkait, dan empat asisten yang ada," tutur dia.
Baca Juga
Siapkan Rp 5,07 Triliun, Pramono Pacu Elektrifikasi Bus Transjakarta hingga 2029
Menurut Pramono, pertemuan langsung di kecamatan diharapkan dapat membuka berbagai persoalan yang selama ini belum tersampaikan kepada gubernur. Dengan demikian, pimpinan daerah bersama jajaran terkait dapat mendengar dan membahas persoalan tersebut secara langsung tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang.
"Kalau itu dilakukan, saya yakin persoalan-persoalan yang selama ini tidak pernah sampai ke telinga gubernur pasti akan saya dengar. Karena kecamatannya juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan," ujar dia.
Pramono memastikan rapat perdana akan dimulai pada pekan pertama November 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pelaksanaan rapat di tiga kecamatan setiap pekan. "Pokoknya minggu depan itu tiga kecamatan," pungkasnya.
