Imbas Antrean BBM di Bali, Prabowo Perintahkan Bahlil dan Pertamina Audit Kontrak
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Pertamina, dan BPI Danantara untuk memeriksa ulang atau mengaudit kontrak distribusi BBM. Perintah itu disampaikan Prabowo setelah terjadinya antrean kendaraan di SPBU di Bali akibat tersendatnya pasokan BBM.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet paripurna 2 tahun pemerintahan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026.
Baca Juga
Distribusi BBM di Bali Kembali Normal, Gubernur Koster Perpanjang Ganjil Genap SPBU
"Saya perintahkan Menteri ESDM, saya perintahkan Dirut Pertamina, ya, saya perintahkan Danantara, kemudian BUMN-BUMN yang ada itu untuk memeriksa lagi kontrak-kontrak itu," tegas Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/10/2026).
Prabowo mengatakan, antrean BBM di Bali bukan karena menipisnya stok BBM nasional. Persoalan itu disebabkan keterlambatan distribusi.
"Yang tadi kita alami di Bali, keterlambatan pasokan minyak, ya, bukan karena stoknya enggak ada, karena distribusinya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil melaporkan kepada Prabowo mengenai kondisi BBM nasional. Bahlil memastikan cadangan BBM nasional dalam kondisi aman, dengan stok Pertalite tersedia untuk 16 hingga 18 hari, sementara jenis BBM lainnya berada di atas standar minimum nasional.
“Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk Pertalite Bapak Presiden di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi. RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil.
Terkait keterlambatan pasokan BBM di Bali, Bahlil menjelaskan persoalan tersebut bukan disebabkan kekurangan cadangan nasional. Persoalan itu, katanya, disebabkan adanya kendala distribusi dari Jawa Timur akibat keterlambatan kedatangan kapal.
"Distribusi dari Jawa Timur ke Bali itu yang terlambat kapal kurang lebih sekitar, harusnya masuk 05.30 pagi, masuknya malam," katanya.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman hingga Kuartal I 2027, Impor Bensin Ditambah
Pemerintah telah melakukan penanganan sehingga stok BBM di Bali kembali mencapai 12 hari.
“Alhamdulillah hari ini di Bali Bapak Presiden stoknya sudah mencapai 12 hari,” ungkapnya.
Meski demikian, Bahlil mengatakan, perlu adanya upaya untuk mengantisipasi kendala pendangkalan sungai akibat cuaca di beberapa wilayah. Salah satunya, pendangkalan sungai di Kalimantan dan Papua.
"Terjadi pendangkalan sungai yang tadinya bisa lewat laut sekarang kita harus putar lewat darat," katanya.
