Dirut Pertamina Minta Maaf Atas Antrean BBM di Bali, Ungkap Kendala Kapal Tanker
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya warga Bali, terkait kelangkaan dan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Bali selama beberapa hari terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Simon sesaat setelah menggelar pertemuan bersama Gubernur Koster di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar.
"Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku Direktur Utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrian yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali. Tentunya dalam distribusi energi kami terus melakukan upaya terbaik agar supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan juga tanpa untuk mencari pembenaran kami juga mohon maaf atas kejadian ini," kata Simon, seperti dikutip dari akun Instagram @kosterupdate, Selasa (13/10/2026).
Simon menegaskan bahwa Pertamina terus berusaha memberikan upaya dan pelayanan terbaik dalam mendistribusikan energi kepada seluruh masyarakat. Tanpa bermaksud mencari pembenaran atas gangguan logistik tersebut, Pertamina secara terbuka memohon maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari antrean BBM di Bali.
Mengenai kendala operasional yang menjadi pemicu, Simon menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan pasokan tersebut berasal dari masalah teknis pada armada pengangkut BBM. Salah satu kapal tanker mengalami kesulitan pada bagian jangkar saat hendak melakukan pembongkaran muatan (discharge cargo). Kendala teknis tersebut membuat jadwal pembongkaran yang semula direncanakan pada Senin, 11 Oktober 2026 pukul 06.30 WITA bergeser hingga sekitar pukul 22.00 WITA.
Baca Juga
Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki, Distribusi BBM di Bali Dikebut
"Dan bisa saya sampaikan memang salah satu penyebab utama adalah salah satu kapal ketika kemarin pada saat untuk discharge kargo itu mengalami kesulitan di anchor-nya, di jangkarnya sehingga timing atau rencana yang sudah kita persiapkan sekitar pukul 6.30 pagi itu mundur sampai kurang lebih jam 10 malam," tuturnya.
Meskipun demikian, Simon yang didampingi Gubernur Koster kembali menekankan bahwa kendala teknis kapal pengangkut tersebut bukan alasan bagi Pertamina untuk membenarkan keterlambatan pasokan. Bagi pihak manajemen, pemenuhan kebutuhan dan kualitas pelayanan energi bagi masyarakat tetap merupakan prioritas paling utama. Simon pun memohon maaf secara berulang atas ketidaknyamanan yang dialami warga.
"Namun sekali lagi kejadian ini tidak untuk mencari pembenaran bagi kami, bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat jadi sekali lagi untuk kesekian kalinya juga saya menyampaikan permohonan maaf," ujarnya.
