Antrean BBM di Bali Mulai Landai, Pertamina Terapkan Sistem Ganjil Genap
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga, subholding down stream (SDH) Pertamina, mempercepat penyaluran BBM dan menambah jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengurai antrean di sejumlah daerah, termasuk Bali, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Khusus di Bali, Pertamina memberlakukan aturan ganjil genap untuk mengisi bensin di SPBU.
"Perusahaan juga memberlakukan sistem ganjil genap sejak Sabtu untuk mengatur kendaraan yang mengisi BBM," kata VP Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Dian Hapsari Firasati Pertamina Patra Niaga Hapsari saat editor gathering bersama Pertamina di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Dia mengatakan antrean di beberapa titik SPBU mulai berkurang. Perusahaan tetap memantau kondisi lapangan dengan mempercepat pasokan, menambah armada distribusi, dan menerapkan sejumlah kebijakan untuk mengatur pembelian BBM.
Baca Juga
Pertamina Hulu Mahakam Fasilitasi 2 UMKM Kaltim Bidik Pasar Ekspor di TEI 2026
“Di beberapa titik itu alhamdulillah sudah landai, tetapi kami terus mengecek dan memonitor untuk kondisi antrean di lokasi-lokasi atensi tersebut,” kata Hapsari.
Hapsari mengartakan, Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi melalui penambahan mobil tangki dan awak mobil tangki, serta mempercepat pasokan melalui jalur laut. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM di daerah yang mengalami antrean tinggi tanpa mengganggu distribusi di wilayah lain.
Di Bali, kata Hapsari, Pertamina mengerahkan 108 mobil tangki dan 465 awak mobil tangki. "Stok BBM di Bali telah mencapai 48 juta liter," kata Hapsari.
Perusahaan turut memperpanjang jam operasional SPBU di sejumlah lokasi. Sebanyak 66 SPBU di Bali telah beroperasi selama 24 jam. Pertamina juga memperpanjang operasional fasilitas penyimpanan dan penyaluran BBM atau fuel terminal, antara lain di Manggis dan Sanggaran.
Langkah lainnya dilakukan melalui Pertamina Delivery Service, layanan pengantaran BBM kepada konsumen. Di SPBU yang menjadi perhatian karena antrean tinggi di Bali, perusahaan menjalankan pola penyaluran sekitar 5.000 liter per hari dengan pengaturan pembelian tertentu.
Untuk pengguna sepeda motor di lokasi tersebut, Pertamina menerapkan batas pembelian maksimal 3 liter per transaksi dengan pembayaran tunai.
Hapsari mengatakan kebijakan tersebut menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Namun, penerapan sistem ganjil genap dinilai membantu mengurai antrean di beberapa SPBU yang mengalami kepadatan.
Baca Juga
Kapal MT Kalsogun Tiba, Pertamina Percepat Salurkan Pertalite dan Biosolar di Bali
Selain menjaga pasokan, Pertamina memberikan perhatian kepada petugas SPBU dan konsumen yang terdampak antrean panjang. Perusahaan bekerja sama dengan kepolisian dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mengerahkan tim medis ke sejumlah titik.
Tim tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan bagi operator SPBU yang bertugas dalam jam operasional panjang dan konsumen yang membutuhkan bantuan. "Pertamina juga memberikan multivitamin serta minuman kesehatan kepada petugas yang menjalankan tugas lebih lama dari biasanya," kata Hapsari.
