Moeldoko Sebut Pemerintah Perlu Hati-hati Hadapi Visi Indonesia Emas 2045
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut Indonesia perlu berhati-hati dalam menghadapi visi Indonesia Emas 2045. Moeldoko mengatakan kewaspadaan itu perlu dihadapi terjadi pada 2036.
“Pada 2036 kita akan diuji, hati-hati. Kita berharap pendapatan mencapai US$ 12.233. Apabila kita tidak bisa menembus ke sana, kita akan terperangkap di middle income trap,” kata Moeldoko saat memberi kuliah umum di Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Moeldoko mengatakan kondisi seperti ini sudah dialami Argentina, Brazil, dan Meksiko. Tiga negara itu, kata dia, terjerembab ke pendapatan kelas menengah.
Baca Juga
Stabilitas Ekonomi Tak Cukup bagi Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045
Meski demikian, Moeldoko meyakini pada 2045 Indonesia akan menuju pada negara berpenghasilan tinggi dan negara maju. Untuk mencapainya, Indonesia perlu menggapai pendapatan US$ 23.000-30.000 per kapita.
“Untuk menuju ke sana, pertumbuhan ekonomi seharusnya antara 6-7%. Tidak mudah,” kata dia.
Moeldoko mengatakan tidak mudah untuk menuju target tersebut. Sebab, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, misalnya tidak selalu mulusnya kebijakan politik.
Baca Juga
Di Forum Bisnis RI-Australia, Airlangga Jelaskan Visi Indonesia Emas 2045
Selain kebijakan politik, ada pula tantangan sumber daya manusia. Moeldoko mengatakan daya kompetitif masyarakat Indonesia masih jauh sekali dengan empat negara besar dunia, semisal Amerika Serikat (AS), Jepang, Jerman, dan Inggris.
“Human Capital Index (HCI) kita masih jauh. Human Development Index (HDI) masih jauh,” kata dia.
Dalam paparannya, Moeldoko menyebut HCI Indonesia pada 2020 berada pada peringkat ke-96 dari 174 negara. Sementara itu, HDI Indonesia pada 2022 di peringkat ke-114 dari 189 negara. Sementara itu, Global Talent Competitiveness Index (GTCI) Indonesia pada 2023 berada di posisi ke-80 dari 132 negara.
Baca Juga
Demi Indonesia Emas, Presiden Terpilih Wajib Kebut Aspek Ini

