Survei Poltracking: MBG Jadi Program Prabowo Paling Banyak Dirasakan Manfaatnya
JAKARTA, investortrust.id - Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan program makan bergizi gratis (MBG) menempati posisi teratas sebagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming yang paling banyak dirasakan manfaatnya.
Program MBG yang dipilih oleh 29,6% responden mengungguli program prioritas pemerintah lainnya. Selanjutnya, program bantuan subsidi upah (BSU) dipilih 11,4% responden dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) 9,6%.
Baca Juga
Survei Poltracking: 55,3% Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo
"Ini temuannya, program yang prioritas yang paling bermanfaat, dianggap yang paling bermanfaat masih MBG 29,6%," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam rilis hasil survei "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" melalui kanal YouTube Poltracking TV, Senin (19/10/2026).
Hanta Yuda menerangkan, kepopuleran dan daya jangkau program MBG di tengah masyarakat tergolong sangat besar. Survei Poltracking mencatat sebanyak 92,4% publik mengetahui MBG sebagai program prioritas pemerintah. Dari jumlah itu, 62,8% responden mengonfirmasi ada anggota keluarganya yang telah menerima manfaat program tersebut. Persepsi masyarakat terhadap kebermanfaatan MBG juga menunjukkan grafik peningkatan dibanding periode pertengahan tahun.
Meski demikian, Hanta Yuda menggarisbawahi hadirnya sejumlah catatan evaluatif dari masyarakat terkait eksekusi program di lapangan. Beberapa di antaranya, dari kelompok masyarakat yang mengetahui program ini, tingkat ketidakpuasan mencapai 49,5%, sementara responden yang menyatakan puas berada di angka 47,4%.
Baca Juga
BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG, Pantau SOP hingga Tekan Anggaran
Berdasarkan temuan Poltracking, keluhan utama publik terhadap pelaksanaan MBG mencakup ketidakcocokan menu lauk yang disuguhkan sebesar 26,2%, kasus keracunan makanan sebesar 20,3%, serta mutu rasa dan gizi yang dinilai kurang sebesar 16,5%.
Survei ini dilakukan Poltracking pada periode 30 September sampai dengan 7 Oktober 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.220 responden secara tatap muka. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. (M-4)
