Anis Matta Minta Kader Partai Gelora Bangun Cerita Besar untuk Pemilu 2029
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta meminta para kader partai tersebut membangun cerita besar untuk menghadapi Pemilu 2029. Narasi itu harus mampu menghubungkan kehidupan masyarakat dengan perjuangan politik Gelora.
Anis menyampaikan arahan itu dalam Rakornas dan Bimtek Nasional Desk Rekrutmen Anggota Gelora di Jakarta, Sabtu (3/10/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan basis massa dan struktur partai.
“Semua bermula dari cerita. Yang membuat orang bergabung dengan Partai Gelora, kalau kita bisa menjawab dan membuat satu cerita bahwa ini tentang hidup dia, bukan tentang kita,” kata Anis dalam keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).
Baca Juga
Ambang Batas Parlemen 5%, Partai Gelora: Belum Final, Masih Sangat Cair
Menurut Anis, narasi soal krisis global dan perubahan geopolitik perlu diturunkan menjadi cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Isu besar tersebut harus dikaitkan dengan persoalan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.
“Sekarang waktunya kita menurunkan narasi besar menjadi sebuah cerita,” ujar dia.
Ia juga meminta kader tidak minder meski Gelora memiliki sumber daya lebih kecil dibandingkan partai besar.
Wamenlu itu juga menyebut kemampuan desain politik (political engineering) penting bagi Gelora untuk memenangi pertarungan politik. Karena itu, kader Gelora harus memahami strategi partai lain tanpa menirunya.
“Bacalah semua cara partai lain untuk menang, tapi jangan ikuti itu. Kita membuat cara kita sendiri sesuai dengan jalan yang kita tempuh,” tegas dia.
Baca Juga
Anis Matta Optimistis Partai Gelora Tembus DPR RI di Pemilu 2029
Menghadapi Pemilu 2029, Anis meminta kader membangun imajinasi politik tentang target yang ingin dicapai. Imajinasi dapat diterjemahkan menjadi energi, tekad, dan tindakan.
“Jangan merasa kecil hati, kalau khayalannya besar. Kalau nanti sudah turun ke hati, dia jadi energi, jadi tekad dan membuat kita bergerak. Selain itu, kader Gelora harus memperkuat keyakinan dan kemampuan mencari Solusi,” papar dia.
Anis Matta menegaskan, agenda rekrutmen bukan sekadar mengejar jumlah anggota. “Mengapa orang mesti bergabung, kita akan masuk ke dalam pikiran orang yang paling dalam, ke dalam psikologi pemilih. Kita harus menghubungkan masa depan masyarakat dengan masa depan Gelora,” kata dia.
