172 Perlintasan Ditutup, KAI Percepat Perbaikan Keselamatan di 190 Titik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan sejumlah langkah perbaikan telah dilakukan sejak pascakejadian dan terus berjalan selama proses investigasi. Setelah menerima laporan akhir KNKT, KAI langsung menindaklanjuti enam rekomendasi yang ditujukan kepada perusahaan.
“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” kata Bobby.
Enam rekomendasi tersebut mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, serta peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya.
Tindak lanjut dilakukan melalui penyempurnaan prosedur, peningkatan pelatihan, evaluasi sistem kerja, serta kajian terhadap sejumlah aspek operasional yang direkomendasikan KNKT.
Selain aspek operasional, KAI juga memastikan pendampingan bagi pegawai yang sedang menjalani proses hukum terkait kejadian tersebut.
Bobby mengatakan KAI menghormati proses hukum yang berjalan dan akan tetap kooperatif serta transparan kepada pihak berwenang.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan akan tetap kooperatif serta transparan. Di saat yang sama, kami juga hadir untuk mendampingi pegawai kami yang sedang menjalani proses tersebut. Perusahaan akan memastikan pendampingan dan bantuan hukum diberikan, agar yang bersangkutan tidak menghadapi proses ini sendirian,” terang Bobby.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perusahaan juga telah menjalankan sejumlah langkah keselamatan di lapangan selama masa investigasi.
Pada 11 Mei 2026, KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang. Hingga 23 Juli 2026, seluruh target penutupan tersebut telah terealisasi.
Baca Juga
Pertama dalam Sejarah, KAI Targetkan 100% Perlintasan Sebidang Berportal Otomatis di 2027
KAI kemudian melanjutkan program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas sepanjang 2026 yang tersebar di sembilan Daop dan empat Divre di Jawa dan Sumatra.
Peningkatan keselamatan tersebut mencakup pemasangan gardu, rambu, alat keselamatan dan komunikasi, penyediaan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL), serta pemasangan pintu perlintasan.
Program tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing.
Berdasarkan pembaruan per 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berjalan di 183 dari 190 lokasi. Sementara itu, pekerjaan modular telah dilakukan di 69 lokasi, rambu di 26 lokasi, palang pintu di dua lokasi, dan alat komunikasi di 87 lokasi.
Untuk mendukung operasional di 190 titik tersebut, KAI menyiapkan 748 PJL yang telah tersertifikasi.
Khusus di JPL 86 Bekasi Timur, KAI telah menyelesaikan pembangunan pos jaga serta pemasangan rambu, palang pintu, dan alat komunikasi. Perlintasan tersebut juga telah dioperasikan.
Selain perbaikan infrastruktur, KAI terus melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Sepanjang 2022–2025, KAI mencatat 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 1.024 penutupan perlintasan sebidang liar dan rawan, serta 988 kegiatan sosialisasi dan edukasi di sekolah dan tempat ibadah.
KAI juga memasang 2.646 spanduk peringatan di perlintasan rawan selama periode 2022 hingga Juni 2024.
“Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Seluruh progres terus kami pantau agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik,” tutur Anne.
