Takziah ke Keluarga Korban Banjir Bandang Solok, Gibran Sampaikan Dukacita
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Dafi Arahman, korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Ucapan belasungkawa itu disampaikan Gibran saat takziah ke kediaman keluarga almarhum di sela rangkaian agenda kerjanya meninjau penanganan bencana, Jumat (25/9/2026).
Kehadiran Wapres menjadi bentuk empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga korban. Kehadiran Gibran ini juga menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan bencana. Wapres juga memastikan pemerintah terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Baca Juga
“Saya menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga almarhum Dafi Arahman yang menjadi korban banjir bandang di Solok. Bagi keluarga, kehilangan tentu sangat berat. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucap Wapres.
Pade momen tersebut, Gibran juga melakukan panggilan video dengan Affan Alqadri, kakak dari almarhum Dafi. Affan yang juga korban banjir bandang tengah menjalani perawatan di RSUP Dr M Djamil, Kota Padang.
Dalam percakapan tersebut, Wapres menanyakan langsung kondisi kesehatan Affan dan memastikan dirinya mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Gibran juga menyampaikan dukungan dan semangat agar Affan segera pulih, serta meminta pihak rumah sakit memberikan pelayanan terbaik dan terus memantau perkembangan kondisinya.
Gibran juga menegaskan penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok harus mengutamakan keselamatan masyarakat. Seluruh unsur terkait diminta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, serta mempercepat pemulihan akses dan fasilitas umum yang terdampak bencana.
Baca Juga
Gibran Salat Jumat dan Santap Siang Bersama Warga Terdampak Banjir Bandang Solok
Lebih jauh, Wapres mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan berintensitas tinggi dan longsor susulan terus ditingkatkan. Informasi peringatan dini perlu disampaikan secara cepat, mudah diakses dan dipahami masyarakat, serta segera ditindaklanjuti untuk mengantisipasi risiko bencana susulan.
