Mendagri: Pengangkatan ASN dan PPPK Penuh Waktu Akan Digelar Lewat Tes
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberi sinyal tentang kepastian nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu. Tito menjelaskan bahwa pemerintah akan menggunakan mekanisme tes untuk pengangkatan PPPK dari penuh waktu menjadi ASN dan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.
Pemerintah memprioritaskan perubahan status ini untuk sekitar 170.000an guru di daerah.
“Tadi kesimpulannya akan diupayakan mereka untuk ikut semacam ada tes dan kemudian nanti dijadikan pegawai Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah),” kata Tito, usai menghadiri pertemuan dengan pimpinan DPR di Nusantara III, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Tito memastikan PPPK yang mengikuti tes tidak akan kehilangan statusnya jika mengalami kegagalan.
“Tidak dipecat atau dirumahkan, tidak,” ujar dia.
Baca Juga
Guru PPPK Bisa Ikut CPNS Mulai 2027, Qodari: Pemerintah Ingin Memberi Kepastian Status
Pegawai yang tak lolos tes, kata Tito, nantinya tetap akan mendapat gaji dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan langsung dari anggaran milik Kemendikdasmen di sekolah tempatnya mengajar.
“Kalau misalnya nggak lulus tahun ini ya boleh ikut lagi tahun berikutnya. Intinya, memberikan ketenangan kepada ASN yang paruh waktu maupun yang penuh waktu. Terutama guru,” kata dia.
Selain guru, Tito mengatakan pemerintah akan mengkaji status untuk profesi lain misalnya Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP dan pemadam kebakaran.
“Ini akan sedang dikaji untuk dirapatkan lagi mungkin minggu depan,” ucap dia.
Tito mengatakan anggaran untuk gaji pegawai dan tes yang dijalankan berasal dari APBN. Rencananya, Tito akan mengajukan anggaran tes dan gaji untuk profesi seperti Satpol PP dan pemadam kebakaran.
