Gobel Hadirkan Kapal Tembaga di Danau Perintis Gorontalo
BONE BOLANGO, investortrust.id – Wakil Ketua DPR bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menghadirkan kapal yang terbuat dari tembaga di Danau Perintis, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Kehadiran kapal tembaga ini diharapkan dapat menjadikan Danau Perintis sebagai kawasan wisata yang nyaman dan menghibur masyarakat.
Kapal yang dibangun di Yogyakarta ini memiliki panjang 8 meter. Pembuatan kapal ini menelan biaya Rp 3 miliar, belum termasuk biaya pengiriman dan biaya konstruksi serta dermaganya. Seluruh biaya menggunakan dana pribadi Gobel dan dijadikan sebagai fasilitas publik di kawasan milik pemda setempat.
“Kehadiran kapal ini baru 30 persen dari penataan Danau Perintis. Semoga kawasan ini bisa menjadi kawasan wisata keluarga yang nyaman dan menghibur masyarakat,” kata Gobel dalam keterangannya, Selasa (24/1/2024).
Baca Juga
Inspirasi pembenahan Danau Perintis beranjak dari situasi danau di Swiss, keindahan Selat Bosporus, kapal VOC di Amsterdam, dan permainan lampu di Uzbekistan. Desain kapal tersebut terinspirasi dari film kartun tentang bajak laut produksi Disneyland. Namun, jika dicermati, jenis kapal ini mirip dengan jenis kapal yang digunakan pada abad ke-16 dan abad ke-17, yaitu jenis kapal Galeon. Hal ini misalnya bisa dilihat pada kapal milik armada VOC maupun kapal-kapal armada Spanyol dan Portugal pada abad tersebut maupun jenis kapal milik Kesultanan Aceh di masa Sultan Iskandar Muda. Gobel mengungkap alasan kapal dari tembaga ini diperkenalkan pada Selasa (23/1/2024) kemarin.
“Perkenalan wahana baru ini, kapal ini, sengaja dilakukan pada tanggal 23 Januari karena pada tanggal ini, pada tahun 1942, rakyat Gorontalo menyatakan proklamasi kemerdekaan yang dilakukan Nani Wartabone. Apalagi danau ini dibuat oleh almarhum Nani Wartabone,” katanya.
Sebagai wakil rakyat dan putra daerah, Gobel bercita-cita memajukan Gorontalo dan menyejahterakan masyarakatnya. Saat ini, Gorontalo merupakan provinsi termiskin kelima di Indonesia. Kondisi ini terjadi sejak Gorontalo terbentuk pada 2000.
Padahal pembentukan provinsi ini diniatkan untuk memajukan wilayahnya dan memajukan masyarakatnya. Untuk itu, sejak terpilih menjadi anggota DPR, Gobel bercita-cita mengubah keadaan tersebut. Pada 2021, Gobel mencanangkan visi 2051 agar Gorontalo menjadi provinsi termakmur kelima di Indonesia.
Untuk itu, Gobel giat menghidupkan pariwisata, memajukan UMKM, membangun pertanian dan perikanan, membangun SDM, menjadikan Pelabuhan Anggrek sebagai pelabuhan internasional, dan membangun kawasan ekonomi khusus pangan agar Gorontalo menjadi lumbung pangan bagi kawasan timur Indonesia.
Di sektor pariwisata, Gobel telah menciptakan spot-spot baru seperti Pantai Tamendao, perkampungan Suku Bajo Torosiaje, pembenahan Menara Limboto, penataan Danau Perintis, memeriahkan Pantai Bolihutuo, dan festival-festival.
Sejak dibenahi lima bulan lalu, Danau Perintis kini menjadi ramai. Danau yang dibangun almarhum Nani Wartabone itu kini ditambah wahana baru yaitu kapal yang terbuat dari tembaga.
Baca Juga
Tidak ada serimonial khusus saat perkenalan kapal. Gobel hanya menggelar pertunjukan musik dengan grup musik lokal. Hingga kini, Gobel masih belum memberikan nama pada kapal tersebut.
“Saya mengundang partisipasi masyarakat Gorontalo dengan melombakan nama kapal ini. Silakan diusulkan,” katanya.
Meski tak mengumumkan kegiatan tersebut ke publik, sebanyak sekitar 1.000 orang hadir dalam acara perkenalan kapal dari tembaga itu. Gobel menyajikan makanan prasmanan untuk masyarakat yang hadir. Beberapa di antaranya, bubur dengan sambal roa, nasi jaha (semacam nasi lemang), sate tuna, dan daging bakar.
Pada kesempatan itu, hadir juga anggota DPD yang juga mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad, dan Bupati Bone Bolango, Merlan S Uloli. Gobel memimpin doa bersama dengan mendoakan almarhum Nani Wartabone.
“Danau Perintis didesain untuk menjadi tempat wisata keluarga. Ini tempat yang nyaman untuk healing karena lokasinya relatif sejuk, hijau, dan segar,” katanya.
Gobel berharap bisa terus menata kawasan tersebut dengan beragam wahana dan lanskap yang utuh. Salah satunya, menghidupkan UMKM di Gorontalo. Untuk itu, dalam pembenahan yang baru ini ia membangun kedai-kedai UMKM dengan desain ikonik berbentuk prisma segitiga.

