5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak lima wartawan foto dan dua orang lainnya diduga hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau. Tim Basarnas telah bertolak menuju perairan Carita Anyer untuk mencari para korban sekitar pukul 17.27 WIB.
"Kapal Basarnas KN Tetuka tolak sandar dari dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita anyer untuk melakukan pencarian korban wartawan yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, situasi cuaca untuk langit dipenuhi sebaran abu vulkanik dengan jarak pandang 1 mil," kata Direktur Polisi Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto dalam keterangannya.
Baca Juga
Daftar 5 Bandar yang Kembali Dibuka, Ada Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma
Dikatakan, Ditpolairud menerima informasi mengenai hilang kontaknya lima fotografer tersebut pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.
Dituturkan, kelima jurnalis foto bertolak dari dermaga pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir korban dengan Jurnalis Lampung atas nama Abay terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.42 WIB dengan mengirim lokasi terakhir. Namun, pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak.
"Sampai berita ini dilaporkan korban belum ditemukan," katanya.
Kelima jurnalis foto yang hilang kontak, yakni M Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Ari Basuki (jurnalis Merdeka), Yudhis (jurnalis Inews), dan Daus (jurnalis Anadolu), Donal (freelance), serta dua orang lainnya.
Berdasarkan proses pencarian informasi yang dilakukan tim rescue USS Pandeglang di Dermaga Pagedongan dengan hasil terungkap, kapal speedboat milik lurah Carita bergerak dari Dermaga Pagedongan hari Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut hingga saat ini belum kembali dan pemilik kapal belum mendapatkan informasi dari Crew Kapal.
Baca Juga
Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB: Erupsi Gunung Anak Krakatau Sudah Menurun
Saat ini, katanya tim rescue USS Pandeglang bergerak menuju LKP. Proses pencarian melibatkan sebanyak 23 personel yang terdiri dari dua personel dari KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel dari Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel dari Basarnas Banten
