Update Karhutla 2026: Lahan Terbakar Terluas di Sumatra Terjadi di Riau, Ribuan Hotspot Terdeteksi di Kalbar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi di Sumatera dan Kalimantan per 22 Agustus 2026.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan menyatakan, terjadi peningkatan titik api dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Kami akan menyampaikan update penanganan Karhutla di 6 provinsi terdampak, baik itu di Sumatera maupun Kalimantan. Dalam beberapa hari ini terjadi peningkatan titik api, khususnya di Kalbar, Kalteng, maupun Kalsel," kata Djohan dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Gempa Bumi NTT dan Karhutla, dipantau melalui kanal youtube BNPB, Sabtu (22/8/2026).
Di Kalimantan Barat, BNPB mengerahkan 11 unit helikopter yang terdiri dari dua unit untuk patroli udara dan enam unit untuk operasi water bombing. Base operasi berada di Bandara Supadio dan Ketapang untuk memperkuat penanganan di wilayah selatan, yakni Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya.
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat melibatkan 10.010 personel yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan unsur lainnya. Sementara di Kalimantan Tengah, sebanyak 10 unit helikopter dikerahkan. Jumlah tersebut terdiri dari tiga unit Heli Bell, satu unit Caravan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, serta enam unit untuk water bombing.
Base operasi berada di Bandara Tjilik Riwut (Palangka Raya), sementara base operasi taktis yang di wilayah Sampit masih tahap penyiapan. Penanganan juga didukung motor trail, tangki air, pompa jinjing, dan flexible tank.
Di Kalimantan Selatan, titik api tinggi terpantau di Ring 1 sekitar Bandara Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut. Kabut asap terjadi pada 19-20 Agustus 2026.
Baca Juga
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Instruksikan Penguatan Operasi Darat dan Udara untuk Tangani Karhutla
BNPB mengerahkan sembilan unit helikopter dan 9.800 personel di Kalimantan Selatan. Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 8.900 hektare.
Karhutla di Sumatra
Untuk wilayah Sumatera, Riau mencatat luas lahan terbakar terbesar dengan 16.249 hektare. BNPB mengerahkan tujuh unit helikopter dan 17.764 personel.
Titik api tinggi di Riau terpantau di Pelalawan, khususnya kawasan hutan lindung, serta Bengkalis dan Rokan Hilir.
Di Sumatera Selatan, BNPB mengerahkan sembilan unit helikopter yang digunakan untuk water bombing dan patroli. Penanganan melibatkan 11.567 personel dengan luas lahan terbakar hingga 22 Agustus mencapai 1.926 hektare.
Sementara di Jambi, enam unit helikopter dikerahkan untuk penanganan karhutla dengan melibatkan 5.818 personel.
BNPB juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memantau penyebaran asap.
Baca Juga
Usai Ratas Karhutla, Presiden Prabowo Tinjau Kebakaran Lahan di Kubu Raya Kalimantan Barat
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau teknologi modifikasi cuaca (TMC) terus dilakukan untuk memancing hujan, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker karena intensitas asap tinggi pada pagi hari. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) dari KLHK dan Polri sudah melakukan penindakan terhadap perusahaan yang melanggar," tutur Djohan.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Setibanya di Kalimantan Barat, Prabowo langsung memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan pemerintah daerah untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menyatakan, rapat tersebut dihadiri delapan pimpinan kementerian/lembaga dari pemerintah pusat serta 10 pimpinan pemerintah daerah.
"Pada hari ini, Sabtu 22 Agustus 2026, telah hadir 8 pimpinan kementerian/lembaga dari pusat, kemudian 10 pimpinan pemerintah daerah, gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, BNPB dari daerah, di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan. Saat ini kita berada di Pontianak, Kalimantan Barat," kata Teddy dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Kepala Negara meminta laporan mengenai kondisi terkini karhutla di Kalimantan Barat. Prabowo menyebut, kedatangannya untuk melihat kondisi di lapangan secara langsung.
"Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi," kata Prabowo.
Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo kemudian memaparkan hasil pemantauan titik panas atau hotspot dalam 24 jam terakhir berdasarkan pantauan satelit.
Dari pemantauan tersebut, terdeteksi 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
Bulo menyampaikan, sebaran titik panas terutama berada di sejumlah kabupaten di bagian selatan dan timur Kalimantan Barat.
"Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas," ujarnya.
Dalam rapat itu juga dibahas prakiraan hujan di Kalimantan Barat. Berdasarkan pemantauan, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalimantan Barat pada 21-27 Agustus 2026.

