Pemerintah Pastikan Situasi Aceh Terkendali setelah Kericuhan
JAKARTA, investortrust.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi Aceh sudah terkendali setelah kericuhan beberapa waktu lalu.
Sigit menegaskan kepolisian telah melakukan langkah-langkah untuk membuat situasi kembali kondusif.
"Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah dan saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali," kata Sigit di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Baca Juga
Dialog Hangat Prabowo dengan Penerima Manfaat KPR Subsidi dari Aceh hingga Maluku
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra menyatakan hal senada. Dikatakan, suasana di Aceh sudah kondusif danbsemua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian.
"Kita menghormati semua elemen masyarakat Aceh yang sama-sama mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan tentu juga, kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat yang menjadi tugas kita bersama untuk perbaiki keadaan," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menekankan kondisi Aceh saat sudah kondusif. Dudung menduga kericuhan yang terjadi karena adanya oknum yang memanfaatkan situasi.
"Kalau menurut saya itu hanya oknum-oknum aja. Rakyat Aceh itu NKRI. Dan itu memanfaatkan situasi, emang tanggal 15 Agustus itu kan hari perdamaian ya, cuma ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan. Itu hanya segelintir aja," kata Dudung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Ia menegaskan pemicu kericuhan disebabkan segelintir pihak yang dinggapnya oknum, bukan rakyat Aceh.
"Segelintir aja, oknum aja," kata Dudung.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan situasi di Aceh sudah landai. Bima mengaku telah berkomunikasi langsung dengan wakil gubernur Aceh dan DPRA, serta wali kota.
"Situasinya saat ini berdasarkan informasi perkembangan terakhir landai membaik nah kita jaga bersama-sama karena ini suasananya suasana perayaan 17-an tentu kita mengutamakan kebersamaan sambil kita terus memantau ya setiap perkembangan yang ada berkoordinasi komunikasi intensif dengan Forkopimda dan teman-teman kepala daerah di sana semuanya," kata Bima
Baca Juga
HUT RI, OJK: Sektor Keuangan Harus Jadi Penopang Indonesia Berdaulat
Diketahui, kericuhan terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, saat zikir dan doa bersama memperingati Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Massa menurunkan bendera merah putih dan mengibarkan bendera bulan bintang di tiang utama masjid meski aparat telah meminta agar bendera tersebut tidak dikibarkan.
Situasi memanas hingga terjadi aksi saling lempar antara massa dan aparat. Polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata.

