Gunakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Situs pemantauan kualitas udara IQ Air, pagi ini menempatkan Jakarta di rangking 4 pencemaran udara tertinggi di dunia dengan poin 160, pada pukul 06.00 WIB, Kamis, (5/10/2023).
Sedangkan peringkat pertama pencemaran udara terburuk hari ini ditempati oleh Kota Lahore, Pakistan (185). Kota Kuala New Delhi di india berada di posisi kedua (164). Dibawahnya Kota Dubai, Uni Emirat Arab posisi ketiga.
Sementara Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menilai kualitas udara seluruh Ibu Kota Jakarta berada dalam kategori tidak sehat, karena angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan indek standar pencemar udara (ISPU) mencapai angka 115 pada Kamis pagi ini.
Baca Juga
Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar 115 atau berada di antara patokan 101-199..
Angka 101-199 memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat karena tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi berada di angka 300 – 500.
Baca Juga
Kabar Gembira, KMP Ferrindo V Beroperasi untuk Rute Patimban - Pontianak dan Banjarmasin
Disebut kategori sedang bila tingkat kualitas udara berada di angka 51 – 100, yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika
Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Selain Jakarta Timur, ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya juga terpantau sedang, yakni Bundaran HI Jakarta Pusat (95), Kelapa Gading Jakarta Utara (93). Sedangkan Jagakarsa Jakarta Selatan (74) dan Kebon Jeruk Jakarta Barat (69).
Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).

