Bahas Kebebasan di Laut China Selatan, Gedung Putih: Wapres Harris Gembira atas Sambutan di Jakarta
JAKARTA, investortrust.id — Gedung Putih menyebut Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat Kamala Harris gembira atas sambutan kepada dirinya ketika tiba di Jakarta, untuk menghadiri KTT ke-18 Asia Timur di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 7 September 2023. Saat pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo, kedua pimpinan negara sahabat ini juga membahas pentingnya penegakan hukum internasional dan kebebasan di Laut China Selatan, selain kerja sama ekonomi strategis.
Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 5 September lalu, wanita keturunan India dan Jamaika ini disambut Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kemudian menerima kunjungan Wapres Kamala Harris di sela-sela memimpin sidang KTT ASEAN, Rabu (06/09/2023). Dalam siaran pers resmi Gedung Putih disebutkan, pertemuan kedua pemimpin berlangsung dalam suasana hangat. Terakhir kali, keduanya bertemu saat KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada 19 November 2022 di Bangkok, Thailand.
"Saya berterima kasih atas kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo di Keketuaan ASEAN 2023. Kepemimpinan Anda telah memberikan hasil nyata melalui penekanan khusus pada pertumbuhan ekonomi sebagai prioritas ASEAN. Anda juga telah menjadi mitra yang kuat bagi kami dalam upaya memulihkan jalan Myanmar menuju demokrasi," ucap Wapres Harris dalam keterangan yang dirilis di Jakarta, 7 September 2023.
Baca Juga
Aliran Modal dari Amerika Terus Mengucur, PepsiCo Investasi US$ 200 Juta
Lebih lanjut Harris memaparkan, ia bersama Presiden AS Joe Biden mengaku senang bisa menjamu Presiden Jokowi dalam KTT Khusus AS-ASEAN di Washington, 11-13 Mei 2023 lalu, yang begitu bersejarah. Mantan senator dari negara bagian California tersebut menyatakan, banyak pekerjaan yang sedang dilakukan antara kedua negara untuk terus memperkuat hubungan.
Inisiatif Infratruktur Rp 306 Triliun
Washington juga menghargai prioritas Indonesia dalam mengejar pertumbuhan ekonomi yang semakin baik. Di sisi lain, AS pun pada 2022 telah meluncurkan inisiatif infratruktur untuk mencapai tujuan itu dalam bentuk Kemitraan Transisi Energi yang Adil senilai US$ 20 miliar (Rp 306 triliun), guna membantu mengurangi emisi global, mempercepat transisi ke energi ramah lingkungan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara luas.
Kemitraan Transisi Energi yang Adil atau Just Energy Transition Partnership ini merupakan upaya AS untuk memobilisasi pendanaan publik dan swasta dalam jumlah besar, guna mendukung transisi energi Indonesia serta pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan iklim. "Kami juga telah meluncurkan program Millennium Challenge senilai US$ 698 juta (Rp 10,67 triliun) yang akan membantu membangun infrastruktur berkelanjutan dan semakin memperkuat hubungan ekonomi RI-AS. Untuk masa mendatang, kami terus berharap dapat bekerja sama dengan negara Anda untuk meningkatkan arus barang dan jasa antarnegara termasuk dalam kerangka ekonomi Indo-Pasifik," tegas Wapres Harris.
Pertemuan kedua pemimpin negara demokrasi yang termasuk terbesar di dunia ini juga membahas pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan institusi demokrasi. Wapres Harris dan Presiden Jokowi juga membahas pentingnya penegakan hukum internasional dan kebebasan di Laut China Selatan. Selain itu, menjajaki untuk memperdalam kerja sama dalam pembangunan ekonomi, energi, maritim, pertahanan, ekonomi digital dan keamanan siber, kesehatan, hubungan antarmasyarakat, serta membangun masa depan yang berkelanjutan dan penanganan isu-isu global dan regional yang lain.
