Wamenkomdigi: Talenta AI Indonesia Baru Capai 30% dari Target 12 Juta di 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia disebut baru memenuhi sekitar 30% kebutuhan talenta kecerdasan buatan (AI) dari target yang dibutuhkan sebesar 12 juta pada 2030. Pemerintah pun memperkuat program pengembangan talenta AI melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan, pengembangan talenta menjadi tantangan penting di tengah pesatnya adopsi AI. Pemerintah perlu memperluas program pelatihan agar pasokan talenta dapat mengejar kebutuhan industri dan ekonomi digital.
Baca Juga
Wamenekraf Sebut Investasi Talenta AI Jadi Kunci Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global
“Saat ini kita baru memproduksi sekitar 30% dari target (12 juta) yang kita butuhkan di 2030,” kata Nezar usai peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Menurut Nezar, salah satu upaya pemerintah dilakukan melalui program AI Talent Factory milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Program ini menghimpun talenta terbaik dari perguruan tinggi untuk mendapatkan mentoring berbasis berbagai use case yang berkaitan dengan program strategis nasional.
Nezar pun menilai program pengembangan talenta pemerintah dapat berjalan beriringan dengan kehadiran ITSEC Cyber & AI Academy. Akademi tersebut menyediakan ratusan modul pelatihan yang diarahkan pada kemampuan praktis di bidang keamanan siber dan AI.
“Ini nantinya akan memperkuat talenta-talenta kita di masa depan,” ujar mantan jurnalis senior itu.
Presiden Direktur dan CEO ITSEC Asia, Patrick Dannacher mengatakan, percepatan pengembangan talenta diperlukan karena keamanan siber dan AI memiliki karakter kebutuhan yang berbeda.
“Kami ingin menyediakan platform bagi mereka (talenta Indonesia) untuk bersinar, berkembang, dan juga membantu setiap orang di negara ini untuk menjadi lebih baik dan siap menghadapi masa depan,” kata Patrick.
Selain pengembangan talenta, pemerintah juga tengah memperkuat fondasi regulasi digital. "Saat pemerintah sedang membahas RUU Keamanan dan Ketahanan Siber serta mempersiapkan RUU Satu Data Indonesia untuk memperbaiki tata kelola dan memperkuat kedaulatan data," jelas Nezar.
Baca Juga
Kemenkomdigi Gandeng ASEAN Foundation, Percepat Pengembangan Talenta AI di Indonesia
Sekadar informasi, Kemenkomdigi menyatakan bahwa kebutuhan talenta digital di Indonesia mengalami lonjakan signifikan, dari sebelumnya diperkirakan 9 juta menjadi 12 juta hingga tahun 2030. Gap ini dikhawatirkan akan makin lebar jika tidak segera diatasi dengan kolaborasi lintas sektor.
Oleh sebab itu, kondisi ini membuat kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi semakin penting. Perluasan program pelatihan berbasis praktik diharapkan dapat mempercepat kesiapan sumber daya manusia Indonesia menghadapi kebutuhan AI dan keamanan siber hingga 2030.

