Dirgayuza Setiawan: 22 RSUD Baru Beroperasi, Bukti Negara Hadir Layani Daerah Terpencil
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah terus mempercepat pemerataan layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas medis. Hingga Juli 2026, sebanyak 22 dari total 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang dibangun telah selesai dan mulai beroperasi, sehingga masyarakat di wilayah terpencil tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan rujukan.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. “Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak. Amanat konstitusi itu diwujudkan Presiden Prabowo melalui pembangunan rumah sakit lengkap di daerah-daerah yang selama ini belum memiliki layanan kesehatan memadai,” kata Dirgayuza, Rabu (05/02/2026).
Menurut Dirgayuza, kehadiran 22 RSUD baru menjadi tonggak penting dalam mengurangi kesenjangan akses kesehatan antardaerah. Warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari dengan menyeberangi laut atau menuju ibu kota provinsi untuk mendapatkan pemeriksaan CT Scan, tindakan kateterisasi jantung (cathlab), maupun pelayanan dokter spesialis jantung, stroke, kanker, dan ginjal, kini dapat memperoleh layanan tersebut di kabupaten tempat mereka tinggal.
Ia menegaskan pembangunan rumah sakit tidak hanya berfokus pada penyediaan gedung, tetapi juga dibarengi dengan pengadaan peralatan kesehatan modern serta penguatan sumber daya manusia kesehatan agar pelayanan dapat berjalan optimal sejak rumah sakit mulai beroperasi.
“Yang dibangun bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga sistem pelayanan kesehatan yang lengkap. Rumah sakit dilengkapi alat kesehatan modern dan tenaga medis agar masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas tanpa harus pergi jauh,” ujarnya.
Sebanyak 22 RSUD yang telah selesai dibangun dan beroperasi tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Tana Tidung, Bengkulu Tengah, Toraja Utara, Pulau Taliabu, Halmahera Timur, Kepulauan Anambas, Nias Utara, Pesisir Barat, Buton Tengah, Kubu Raya, Kolaka Timur, Raja Ampat, Konawe Kepulauan, Kota Bima, Buton Utara, Keerom, Nias Barat, Kepulauan Sula, Buru, dan Bolaang Mongondow Selatan.
Program tersebut merupakan bagian dari pembangunan 66 RSUD kabupaten/kota yang ditargetkan meningkat dari rumah sakit kelas D dan D Pratama menjadi rumah sakit kelas C. Setelah penyelesaian 22 rumah sakit pada 2025-2026, pemerintah menargetkan pembangunan 20 RSUD berikutnya rampung pada 2026 dan 24 RSUD sisanya selesai pada 2027.
Baca Juga
Prabowo Resmikan RSUD Pesisir Barat, Ingatkan Tidak Boleh Ada Korupsi Layanan Kesehatan
Selain peningkatan kapasitas bangunan, pemerintah juga melengkapi rumah sakit-rumah sakit tersebut dengan fasilitas layanan prioritas, seperti cathlab untuk penanganan penyakit jantung, CT Scan untuk stroke dan penyakit lainnya, mammografi untuk deteksi dini kanker payudara, serta peralatan kesehatan ibu dan anak, termasuk USG. Dengan demikian, masyarakat di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal diharapkan memperoleh standar pelayanan kesehatan yang semakin setara dengan daerah perkotaan.
Dirgayuza menilai program pembangunan 66 RSUD tersebut mencerminkan arah pembangunan Presiden Prabowo yang menempatkan pemerataan akses layanan publik sebagai prioritas. Menurutnya, investasi pada layanan kesehatan bukan hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat produktivitas sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia maju.
“Ketika akses terhadap pelayanan kesehatan semakin dekat, cepat, dan berkualitas, maka masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk hidup sehat dan produktif. Inilah investasi jangka panjang yang akan memperkuat daya saing bangsa,” ujar Dirgayuza.
