1.372 Personel Gabungan Amankan Laga Indonesia All Stars vs Aston Villa di GBK
JAKARTA, investortrust.id - Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan 1.372 personel gabungan untuk mengamankan laga persahabatan internasional antara kesebelasan Indonesia All Stars melawan Aston Villa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung mengatakan, pengamanan tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat yang datang menikmati pertandingan.
“Sebanyak 1.372 personel kami kerahkan untuk mengamankan pertandingan di GBK. Kami ingin memastikan para penonton bisa menikmati laga dengan rasa aman dan nyaman,” kata Reynold dikutip dari Antara.
Baca Juga
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
Dijelaskan, personel gabungan yang terdiri atas Polri, TNI, Pemprov DKI, dan unsur terkait lainnya disebar di sejumlah titik, mulai dari pintu masuk stadion, area tribun, hingga kawasan sekitar Senayan. Kehadiran petugas tersebut, kata dia, juga diharapkan dapat membantu kelancaran arus masuk dan keluar penonton.
Reynold menekankan bahwa seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas. Menurutnya, polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai pelayan masyarakat.
“Kami tekankan kepada anggota untuk bersikap ramah dan humanis. Layani masyarakat dengan baik, karena ini adalah kegiatan hiburan yang harus dinikmati bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, para suporter juga diimbau untuk ikut menjaga ketertiban dengan tidak membawa barang terlarang seperti petasan, flare, senjata tajam, maupun minuman beralkohol ke dalam stadion.
“Kami percaya para suporter datang dengan semangat sportivitas. Mari kita jaga suasana tetap kondusif agar semua bisa menikmati pertandingan dengan nyaman,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional di kawasan Senayan. Masyarakat yang tidak berkepentingan diimbau mencari jalur alternatif.
Baca Juga
Reynold memastikan, penindakan tetap akan dilakukan bagi pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan. Namun, pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas utama.
“Pengamanan ini mengedepankan humanis, tapi tetap tegas terhadap pelanggaran. Tujuan kami satu, menciptakan suasana yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi semua,” katanya.
