Kena OTT, Istri Bupati Pemalang dan Rombongan Tiba di Gedung KPK Pakai Bus
JAKARTA, investortrust.id - Noor Faizah Maenofie yang merupakan istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan sejumlah pihak yang diamankan tim satgas Komisi Pemberantasan (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (30/7/2026) malam. Dengan menggunakan bus, Noor Faizah dan rombongan tiba di markas lembaga antikorupsi sekitar pukul 19.07 WIB.
Saat tiba di Gedung Merah Putih, Noor Faizah Maenofie menggunakan masker untuk menutupi wajahnya. Noor Faizah langsung bergegas ke arah belakang Gedung Merah Putih KPK.
Baca Juga
OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Rp 2 Miliar
Diberitakan, KPK mengamankan 21 orang dan menyita uang tunai Rp 2 miliar dalam OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan 21 orang yang diamankan itu terdiri dari lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan seorang lainnya di Purworejo.
"Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 21 orang, yakni lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo," kata Budi, Rabu (29/7/2026).
Budi tak membeberkan identitas para pihak yang diciduk tim KPK dalam OTT ini. Namun, Budi mengungkapkan, Bupati Anom Widiyantoro termasuk dari lima orang yang diamankan di Jakarta. Selain itu, enam orang yang diamankan di Pemalang, dan seorang yang diamankan di Purworejo, dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Mereka juga akan menjalani pemeriksaan intensif di markas lembaga antikorupsi.
Tak hanya mengamankan 21 orang, Budi menyatakan, tim satgas KPK juga menyita uang tunai senilai lebih dari 2 miliar.
"Tim juga mengamankan barang bukti diantaranya uang tunai dengan nilai lebih dari Rp 2 miliar," katanya.
Baca Juga
Uang tunai itu diduga merupakan barang bukti dari penerimaan oleh Anom Widiyantoro terkait proyek di Pemkab Pemalang. Selain itu, Anom juga diduga menerima uang terkait jual beli jabatan.
"Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati, terkait dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang. Selain itu, penerimaan oleh Bupati juga diduga terkait dengan jual-beli jabatan," ungkapnya.
