Dorong UI Jadi World Class Entrepreneurial University, Boy Thohir Resmikan Smart Classroom At-Thohir Vidya Loka
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pengusaha nasional Garibaldi ‘Boy’ Thohir meresmikan dan menyerahkan secara simbolis fasilitas pembelajaran modern Smart Classroom "At-Thohir Vidya Loka" untuk Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Kampus Salemba, Jakarta, pada Selasa (28/7).
Boy Thohir yang merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Mochamad Thohir dalam keterangannya usai peresmian, mengungkapkan alasan memilih Universitas Indonesia sebagai mitra strategis penyaluran kontribusi sosial dan pendidikan tersebut.
Menurut Boy Thohir, UI memiliki peran historis dan strategis sebagai institusi pendidikan tinggi utama di Tanah Air.
"Menurut saya, satu, pendidikan itu adalah yang utama. Terutama kenapa UI? Karena UI kan memang flagship-nya Indonesia. Kebetulan kami dari keluarga melalui Yayasan Mochamad Thohir sudah ada Masjid At-Thohir di Cimanggis, jadi kami juga ingin mendedikasikan sesuatu untuk bangsa dan negara ini," ujar Boy Thohir.
Lebih lanjut, pimpinan grup bisnis Adaro Group ini mengimbau para pengusaha besar di Indonesia untuk memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan tinggi.
"Kita bisa berkontribusi melalui dunia usaha dengan berkolaborasi dengan dunia pendidikan. Dengan UI maupun universitas-universitas lain di Indonesia. Itulah cara bagaimana kita bisa membangun dan memajukan bangsa tercinta ini," tambahnya.
Boy Thohir menegaskan kontribusi sektor swasta tidak boleh berhenti pada penyediaan infrastruktur fisik semata. Ke depan, ia berencana membangun interaksi pembelajaran langsung antara pelaku industri dan mahasiswa.
"Ilmu itu bukan saja hanya textbook, tetapi bagaimana kita bisa sharing dan lead by example. Insyaallah orang pintar di Indonesia ini banyak, tetapi pengusaha yang bijak, bermartabat, serta berdedikasi untuk bangsa dan negaranya itu masih kurang. Itu yang tadi saya bagikan bersama Ibu Dekan dan Profesor," tegasnya.
Ia berharap kolaborasi ini dapat mendorong para CEO dari grup-grup perusahaan besar untuk ikut mengajar dan berbagi pengalaman, sehingga UI dapat menjadi kampus percontohan bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.
Inisiatif yang diprakarsai melalui Yayasan Mochamad Thohir ini dihadirkan untuk mendukung transformasi infrastruktur pendidikan tinggi nasional agar mampu mencetak lulusan berdaya saing global. Kehadiran ruang kelas pintar bernuansa teknologi modern ini diharapkan mampu menggeser metode pembelajaran bisnis tradisional menuju pembelajaran inovatif berstandar internasional.
Baca Juga
Boy Thohir dan Anindya Bakrie Yakin IHSG Tembus 9.000, Ekonom Ungkap Tiga Syaratnya
Apresiasi UI: Syarat Menuju World Class Entrepreneurial University
Pihak Universitas Indonesia turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Garibaldi Thohir dan Yayasan Mochamad Thohir. Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga Universitas Indonesia, Budi Wiweko, menegaskan kehadiran Smart Classroom amat menentukan langkah transformasi UI.
"Fasilitas ini merupakan bagian yang sangat penting bagi UI untuk terus membangun kewirausahaan menuju Entrepreneurial University dan World Class University dalam mendidik mahasiswa S1, S2, maupun S3," kata Budi Wiweko.
Budi menambahkan, terdapat tiga fondasi utama yang wajib dimiliki perguruan tinggi untuk menjadi kampus berkelas dunia, yakni pemusatan talenta (talent concentration), tata kelola yang kondusif (favorable governance), serta kecukupan sumber daya (resources) termasuk penyediaan ruang kelas pintar.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UI, Yulianti, menyambut hangat peresmian At-Thohir Vidya Loka. Ia menjelaskan sekolah bisnis terkemuka di dunia bertumpu pada metode pembelajaran praktis dan interaktif yang ditunjang teknologi modern.
"Di FEB UI kami memiliki tujuan ke depan untuk mengikuti sekolah-sekolah bisnis lain di dunia. Kolaborasi pembelajaran yang sifatnya lebih banyak praktis adalah hal biasa di business school. Selama ini kami memiliki ruang kelas yang sangat tradisional, sehingga agak sulit mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif," ungkap Yulianti.
Dengan dukungan sektor bisnis yang ikut membangun infrastruktur fisik selain menjadi dosen tamu, Yulianti optimistis FEB UI mampu meningkatkan daya saing internasional dan menarik minat mahasiswa mancanegara.
"Kita ingin bersaing secara internasional. Ke depan, jika ada mahasiswa asing, mereka tidak selalu pergi ke negara tetangga tetapi juga ke Indonesia karena kita memiliki kualitas infrastruktur dan tenaga pendidik yang dapat dibanggakan," tutupnya.
