Universitas Republik Indonesia Akan Fokus pada Prodi STEM
JAKARTA, investortrust.id - Universitas Republik Indonesia (URI) akan menaungi setidaknya 10 universitas baru yang bakal didirikan pemerintah. URI nantinya akan fokus pada program studi (prodi) yang berkaitan dengan sains, teknologi, perekayasaan atau engineering dan mathematika (STEM).
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga
"Salah satunya fokusnya ke situ (STEM), tapi prodi-prodi yang lain tentunya juga akan banyak. Misalnya kesehatan, kedokteran," kata Aris.
Selain STEM, Aris mengatakan URI juga akan fokus pada prodi lainnya. Salah satunya kedokteran. Hal ini mengingat rasio dokter di Indonesia masih berada di bawah standar ideal.
Dipaparkan, rasio dokter di Indonesia sekitar 0,47 per 1.000 penduduk di wilayah perkotaan dan sekitar 0,27 per 1.000 penduduk di wilayah pedesaan. Padahal, standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adakah satu dokter per 1.000 penduduk.
"Kita juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya. Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO, tetapi kan kita kalau enggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan. Ya ini sangat kurang sekali," jelasnya.
Aris menekankan, pembentukan URI merupakan upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satunya dengan menyiapkan generasi unggul. Hal ini karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi kualitas sumber daya manusia (SDM) masih perlu ditingkatkan, terutama dalam penguasaan teknologi.
"Oleh karena itu, Pak Presiden ya fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, sains, teknologi, engineering, dan matematika. Ya dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," katanya. .
Aris berharap penguatan pendidikan berbasis STEM dapat mendorong Indonesia menguasai teknologi secara mandiri sehingga tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain. Aris juga mengaku baru berdiskusi dengan sekitar 20 rektor perguruan tinggi negeri. Pertemuan itu salah satunya membahas upaya memajukan teknologi di Indonesia.
"Jangan terpengaruh atau menjadi pasar oleh bangsa-bangsa lain," katanya.
Baca Juga
Profil Yos Sunitiyoso, Guru Besar ITB yang Jabat Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia. Prabowo melantik Wakil Menteri Pertahanan (Wamenham) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso sebagai gubernur dan wakil gubernur URI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
