Ini Sosok Donny Ermawan, Gubernur Universitas Republik Indonesia yang Baru Dilantik Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI). Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Penunjukan tersebut menandai babak baru karier
Donny diketahui masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di Kabinet Merah Putih. Ia bukan sosok baru di pemerintahan maupun dunia militer.
Donny dikenal memiliki pengalaman panjang di TNI Angkatan Udara (AU) hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis sebelum masuk kabinet.
Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 12 Desember 1965 itu merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 1988. Donny juga telah meraih penghargaan Adhi Makayasa sebelum melanjutkan berbagai pendidikan militer, mulai dari Sekbang, Sekkau, Seskoau hingga Sesko TNI.
Kariernya dimulai sebagai perwira penerbang di Skadron Udara 15. Ia kemudian menempati sejumlah posisi penting, seperti Komandan Skadron Udara 15, Danlanud Iswahjudi, Atase Pertahanan RI di Brasil, Kaskoopsau II, Wakabais TNI, Danseskoau, hingga Pangkoopsau II.
Baca Juga
Prabowo Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia
Pada 2020, Donny dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Empat tahun kemudian, Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Wamenhan untuk mendapingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Donny pun kini mendapat amanah baru memimpin URI sebagai gubernur universitas. Pengalamannya di bidang kepemimpinan, manajemen organisasi, dan birokrasi diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta pengembangan institusi pendidikan tinggi tersebut.
Selain rekam jejak kariernya, Donny juga tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 15,97 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Maret 2024. Aset tersebut didominasi tanah dan bangunan senilai sekitar Rp 12 miliar, disertai kepemilikan kendaraan, surat berharga, serta kas, dengan kewajiban utang sekitar Rp 670 juta.
