Istana Jelaskan Alasan Gibran Tak Duduk di Samping Prabowo saat Sidang Kabinet
JAKARTA, investortrust.id - Istana Kepresidenan melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan mengenai posisi duduk Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026) kemarin.
Dalam sidang kabinet kemarin, Gibran tak duduk di samping Presiden Prabowo Subianto seperti sidang kabinet sebelumnya. Gibran duduk di jajaran menteri koordinator, tepatnya di samping Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan hal itu hanyalah persoalan teknis. Untuk itu, Pras menegaskan tidak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan.
"Secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga
Sidang Kabinet Jadi Ajang Prabowo Evaluasi Anak Buah Jelang 2 Tahun Pemerintahan
Pras menjelaskan, sidang kabinet kemarin merupakan sidang kabinet semester I-2026. Prabowo ingin menjadikan sidang kabinet ini sebagai ajang untuk mengevaluasi dan memberikan pengarahan terkait program-program prioritas pemerintah. Untuk itu, Prabowo memerlukan alat bantu seperti teleprompter untuk memudahkan menyampaikan data program pemerintah yang jumlahnya cukup banyak.
"Karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," katanya.
Posisi duduk Gibran ini memunculkan berbagai tafsir dan narasi di media sosial, mulai dari posisi presiden dan wapres yang tidak setara hingga isu keretakan kabinet. Pras menepis berbagai narasi itu. Ditekankan, Kabinet Merah Putih saat ini sedang kompak untuk menyukseskan berbagai program pemerintah.
"Tidak ada, sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara. Dan tentu kita menyadari masih banyak juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan dihadapi oleh bangsa kita. Jadi tidak ada sama sekali," tegas Pras.
Baca Juga
Pimpin Sidang Kabinet, Prabowo Bakal Beri Arahan untuk Percepat Program Pemerintah
Terlepas dari isu-isu itu, Pras menegaskan, yang terpenting dalam sidang kabinet kemarin adalah arahan yang disampaikan Presiden Prabowo. Dalam sidang kabinet itu, Prabowo memberikan penilaian, memberikan evaluasi, menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih setelah 21 bulan bekerja.
"Tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya," katanya.
