BRIN Gandeng Badan Antariksa India Bangun Bandara Antariksa di Biak, Implementasi Dimulai 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat rencana pembangunan bandara antariksa di Biak, Papua, melalui kerja sama dengan Indian Space Research Organisation (ISRO). Proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap implementasi pada 2027 sebagai bagian dari penguatan kapasitas antariksa nasional.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, pembangunan bandara antariksa merupakan salah satu tindak lanjut kerja sama Indonesia dan India yang disepakati dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Saat ini, BRIN terus mematangkan pembahasan teknis bersama ISRO. "Kita sedang mempersiapkan untuk berkolaborasi dengan India untuk pembangunan bandara antariksa. Jadi bandara antariksa memang ada beberapa calon lokasi, salah satu calon lokasinya adalah di Biak," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga
PM India Ajak Indonesia Perkuat Kerja Sama AI hingga Teknologi Antariksa
Arif mengatakan, pemerintah telah mengarahkan agar kerja sama tersebut segera ditindaklanjuti. BRIN juga telah melakukan pembahasan intensif dengan ISRO terkait pembangunan fasilitas peluncuran satelit di Indonesia.
"Tadi saya sudah dapat pesan untuk segera ditindaklanjuti secara teknis. Memang kami sudah coba intensif melakukan pembicaraan dengan ISRO terkait dengan pembangunan bandara antariksa," katanya.
Menurut Arif, persiapan pembangunan bandara antariksa telah dimulai sejak masih berada di bawah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Mulai 2027, implementasi proyek akan difokuskan pada penyediaan berbagai instrumen pendukung serta koordinasi dengan pemerintah daerah.
"Mulai 2027 ini kita akan mulai implementasi di instrumen-instrumen yang kita siapkan untuk itu. Yang paling utama adalah bagaimana terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan itu semua," ujarnya.
Baca Juga
Presiden Prabowo dan PM Modi Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Terorisme dan Keamanan
Keberadaan bandara antariksa diharapkan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk meluncurkan satelit secara mandiri tanpa bergantung pada negara lain. Selain memenuhi kebutuhan nasional, Indonesia juga menargetkan dapat melayani peluncuran satelit milik negara lain.
"Ke depan, kita harapkan dilaunching dari kita dan kita juga akan melayani peluncuran satelit-satelit milik negara-negara lain," ucapnya.
Arif menambahkan, pengembangan sektor antariksa akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni space economy, space defense, dan space sustainability, sebagai fondasi pengembangan industri antariksa Indonesia dalam jangka panjang.
