Presiden Prabowo akan Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional 12 Juli di GBK
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang akan diselenggarakan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 12 Juli 2026 mendatang. Kehadiran Kepala Negara disebut menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong gerakan koperasi sebagai pilar utama sistem perekonomian nasional.
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, menyatakan Dekopin selaku pelaksana peringatan Harkopnas ke-79 akan berkolaborasi bersama pemerintah melalui Kementerian Koperasi. Kolaborasi ini, kata dia, diharapkan mampu membawa dampak signifikan bagi perkembangan koperasi di tanah air.
"Alhamdulillah kita berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan mendapat support terkait peringatan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 yang akan dilaksanakan di Indonesia Arena. Dan InsyaAllah juga akan dihadiri oleh Bapak Presiden," ujar Bambang dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Bambang menegaskan, momentum peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan semata. Peringatan ke-79 ini disebut sebagai titik balik untuk membangkitkan kembali kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya koperasi sebagai amanat konstitusi.
"Harapan kita bahwa ini menjadi titik balik tidak hanya sekadar seremoni atau sebuah peringatan 79 tahun Hari Koperasi, tetapi menjadi satu titik untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat bahwa gerakan koperasi ini adalah implementasi dari pelaksanaan Undang-Undang Dasar tahun 1945, khususnya Pasal 33," terang Bambang.
Lebih lanjut, Dekopin juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam tubuh gerakan koperasi. Bambang berharap sistem ekonomi gotong royong ini dapat menyasar dan diterima oleh generasi muda, termasuk Generasi Z (Gen Z). Menurutnya, koperasi bukanlah sebuah sistem ekonomi yang usang atau kuno, melainkan model bisnis modern yang terbukti sukses diterapkan di berbagai negara maju seperti di Eropa dan beberapa negara Asia.
"Alhamdulillah di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, gerakan koperasi didorong dan disupport untuk menjadi satu skema sistem perekonomian di bangsa Indonesia setelah sekian tahun gerakan koperasi terabaikan," tambah Bambang.
Rangkaian Bulan Koperasi
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mengumumkan pemerintah bersama Dekopin sepakat menetapkan bulan Juli sebagai 'Bulan Koperasi'. Penetapan ini ditandai dengan pelaksanaan kick-off rangkaian kegiatan Harkopnas yang digelar serentak di berbagai daerah melalui dinas-dinas koperasi provinsi dan kabupaten/kota.
Baca Juga
Ferry menjelaskan tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah 'Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya'. Tema tersebut dipilih untuk menggaungkan kembali marwah ideologi ekonomi yang terkandung dalam konstitusi negara.
"Kita akan mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat di Indonesia tentang perlu dan pentingnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 ini bisa diterima dan kemudian dihidupkan kembali makna dan pentingnya ideologi yang tercantum di dalamnya. Dan koperasi menjadi garda terdepan untuk menjalankan Pasal 33 seperti yang Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu sampaikan," jelas Ferry.
Selain acara puncak di Indonesia Arena, Kementerian Koperasi dan Dekopin juga telah menyiapkan berbagai agenda strategis sepanjang bulan Juli. Di antaranya adalah kegiatan Jalan Sehat dan pameran produk di kawasan Car Free Day (CFD) Rasuna Said Jakarta pada 19 Juli, serta peresmian renovasi gedung bersejarah tempat Kongres Koperasi Pertama di Kota Tasikmalaya pada 24 Juli.
Pemerintah berharap, rangkaian acara yang masif ini mampu meningkatkan literasi masyarakat terhadap koperasi serta menegaskan kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
