Di HUT Polri, Prabowo Beberkan Berbagai Kejahatan yang Ancam Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto membeberkan berbagai kejahatan yang menjadi ancaman besar bagi Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya selaku inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Bogor, Rabu (1/7/2026).
Prabowo menyatakan, tantangan yang dihadapi Indonesia makin berat. Selain kondisi dunia yang penuh konflik dan ketegangan, kejahatan pun makin canggih dan terus berubah.
"Ancaman berubah. Teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan," katanya.
Baca Juga
Prabowo Puji Polri Sudah Bangun 1.000 SPPG Lebih: Dapur-Dapur Terbaik
Prabowo menekankan, berbagai kejahatan yang mengancam Indonesia itu, di antaranya narkotika dan judi online (judol), perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, dan korupsi. Tak hanya itu, Prabowo mengatakan, penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal, dan kejahatan kerah putih lainnya menjadi ancaman bagi Indonesia.
"Saudara-saudara saya tekankan kembali, narkotika adalah ancaman yang sangat besar bagi bangsa kita. Judi online, ancaman yang sangat merugikan bangsa kita. Perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, kegiatan-kegiatan ilegal lainnya, tambang-tambang ilegal, perkebunan-perkebunan ilegal, praktik-praktik white collar crime, sangat merugikan bangsa kita," katanya.
Prabowo menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Polri bersama lembaga-lembaga lain untuk terus membongkar dan mengungkap ribuan kasus narkotika. Polri dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) juga terus memberantas judi online. Selain itu, Polri juga terus mempertahankan nol kasus terorisme dalam waktu beberapa tahun terakhir.
Baca Juga
Prabowo: Negara Gagal Tidak Mampu Miliki Kepolisian yang Baik
Namun, Prabowo mengingatkan jajaran Korps Bhayangkara untuk tidak berpuas diri. Tantangan yang dihadapi Indonesia masih besar.
"Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua, masih besar dan masih banyak," katanya.

