Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Targetkan Latih 600 Tenaga Kerja Terampil di 2026
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — Institut Kemandirian (IK) terus berkomitmen menekan angka pengangguran melalui program pelatihan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Pada 2026, lembaga di bawah naungan Yayasan Dompet Dhuafa ini menargetkan mampu mencetak 600 tenaga kerja terampil dari berbagai bidang keahlian di seluruh Indonesia.
Manager Diklat dan Operasional Institut Kemandirian, Muhammad Imam Baihaqi mengungkapkan, hingga Juni 2026 pihaknya telah berhasil melatih sekitar 200 peserta. Program ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk pusat pelatihan di Karawaci (Tangerang), Depok, hingga Yogyakarta.
Baca Juga
Jepang Memanggil! Lulusan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Siap Terbang
"Target kami tahun ini melatih 600 penerima manfaat. Sejak Januari, sudah ada sekitar 200 orang yang lulus. Pelatihannya beragam, dari menjahit, servis motor, cukur rambut, hingga sekolah tukang ahli," ujar Imam saat ditemui usai acara Vocational Insights 2026 di Kabupaten Tangerang, Selasa (30/6/2024).
Imam menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi dengan mitra offtaker atau perusahaan penyalur tenaga kerja. Pada hari yang sama, IK juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis untuk memastikan para alumni dapat langsung terserap ke dunia kerja.
"Harapannya, setelah dilatih, peserta tidak bingung mencari kerja karena kami sudah bekerja sama dengan mitra offtaker. Namun, kami tetap menekankan agar mitra melakukan asesmen atau seleksi kembali untuk memastikan kelayakan peserta," tambah dia.
Baca Juga
Perguruan Diponegoro dan Dompet Dhuafa Ajak 120 Anak Yatim Belanja Ceria
Selain pasar domestik, menurut Muhammad Imam Baihaqi, Institut Kemandirian mulai merambah pasar kerja internasional, khususnya Jepang. Untuk kelompok (batch) pertama, terdapat dua orang lulusan yang siap diberangkatkan pada September mendatang.
"Ini program baru. Kami memberikan pelatihan dan pembiayaan untuk pengiriman tenaga kerja ke Jepang bagi usia produktif yang memenuhi spesifikasi. Saat ini, dua peserta tersebut sudah diterima di perusahaan Jepang dan sedang menunggu proses visa. Begitu turun, mereka langsung berangkat," tutur Imam.
